Notification

×

Iklan

Fiiamda Nuos Peserta JKN PBI Apresiasi Layanan Medis yang Setara dan Adil

Friday, June 26, 2026 | 11:08 WIB Last Updated 2026-06-26T03:08:31Z
Fiiamda Nuos warga Minahasa yang tercatat sebagai Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan. Foto: Istimewa


MINAHASA, Komentar.co -
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terbukti menjadi penopang utama bagi masyarakat ekonomi rentan saat menghadapi krisis kesehatan. Manfaat nyata ini dirasakan langsung oleh Fiiamda Nuos (35), seorang warga Desa Kaweng, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, yang biaya pengobatan anaknya sepenuhnya ditanggung oleh negara melalui BPJS Kesehatan.

Sebagai kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), seluruh biaya iuran bulanan keluarga Fiiamda ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Skema bantuan ini menjadi krusial mengingat kondisi finansial keluarganya yang mengandalkan pendapatan suami yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok harian.

Fiiamda mengisahkan, kepanikan sempat melanda dirinya saat sang anak jatuh sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit. Di tengah keterbatasan ekonomi, kekhawatiran akan membengkaknya tagihan medis seketika sirna setelah seluruh prosedur perawatan dikonfirmasi gratis dan dijamin penuh oleh JKN.

"BPJS Kesehatan sangat membantu saya, karena saya tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk biaya pengobatan anak saya. Saya sangat terbantu melalui bantuan pemerintah," ujar Fiiamda saat diwawancara belum lama ini.

Selain faktor biaya, aspek keadilan dalam pelayanan medis juga menjadi sorotan. Ibu rumah tangga ini menegaskan bahwa fasilitas kesehatan memberikan pelayanan yang setara dan adil tanpa adanya tindakan diskriminatif, meskipun dirinya menggunakan fasilitas jaminan gratis dari pemerintah.

Pengalaman tersebut dinilai sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan proteksi sosial bagi warga miskin. Menurutnya, memiliki jaminan kesehatan merupakan proteksi wajib bagi setiap keluarga untuk mengantisipasi risiko penyakit yang datang tidak terduga.

"Sakit bisa datang tiba-tiba tanpa kita ketahui. Penghasilan kami hanya cukup untuk makan. Kalau harus memikirkan biaya pengobatan, saya tidak sanggup. Untungnya ada BPJS Kesehatan," tambahnya.

Di akhir penuturannya, Fiiamda mengimbau warga yang belum mengaktifkan kepesertaan JKN untuk segera mendaftarkan diri.

Ia mengibaratkan proteksi kesehatan ini seperti menyediakan payung sebelum hujan agar masyarakat tidak lagi dihantui kecemasan finansial saat membutuhkan penanganan medis di kemudian hari. (Roni)




×
Berita Terbaru Update