Notification

×

Iklan

Ibadah Oikumene Awal Pekan, Royke Anter Sebut Firman Tuhan Jadi Alarm Etis Kerja Legislator Sulut

Monday, May 18, 2026 | 22:18 WIB Last Updated 2026-06-11T22:25:34Z
Puji-pujian Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut dalam Ibadah Oikumene, Senin (18/6). Foto: Istimewa


SULUT, Komentar.co -
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama Sekretariat Dewan (Setwan) menggelar ibadah Oikumene rutin awal pekan, Senin (18/5/2026).

Kegiatan spiritual ini ditujukan sebagai penguat kompas moral bagi para wakil rakyat dan aparatur sipil negara dalam menjalankan tanggung jawab kedewanan yang padat.

Ibadah bersama tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan dan anggota dewan, Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga kontrak, serta jurnalis yang tergabung dalam desk liputan DPRD Sulut.

Dalam ibadah tersebut, jalannya pujian dan penyembahan dipandu langsung oleh perwakilan staf Setwan Sulut. Sementara itu, khotbah dan pelayanan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt Melki Tamaka, M.Th.

Mengambil nats pembacaan dari Kisah Para Rasul 1:6-11 dengan tema ‘Yesus Terangkat Ke Sorga’, Pdt. Melki mengingatkan esensi pesan kristiani mengenai dedikasi kerja.

Ia menekankan agar umat tidak terjebak dalam pertanyaan spekulatif mengenai masa depan, melainkan fokus menuntaskan mandat profesi yang telah dipercayakan.

"Ayat firman Tuhan ini mengingatkan kita hari ini agar jangan hanya fokus bertanya kapan Tuhan datang, tetapi fokuslah pada tugas dan tanggung jawab lewat bagian kita masing-masing. Melalui keberadaan ini, mari kita menjadi saksi Kristus," ujar Pdt Melki.

Dirinya juga menambahkan bahwa tantangan pekerjaan di lembaga legislatif sangat kompleks. Namun, dengan mengandalkan bimbingan spiritual, setiap aparatur dan anggota dewan diyakini mampu melewati persoalan tersebut sebagai pemenang.

Merespons refleksi teologis tersebut, Wakil Ketua DPRD Sulut, Royke Anter, menyampaikan apresiasi atas pesan penyejuk iman yang disampaikan.

Menurutnya, padatnya agenda politik dan pengawasan kerja di awal pekan tidak boleh menggeser prioritas pembinaan mental spiritual di lingkungan kerja parlemen.

Anter menegaskan bahwa nilai-nilai religiusitas memegang peranan penting sebagai kendali etis dalam merumuskan kebijakan publik bagi masyarakat Sulawesi Utara.

“Firman Tuhan adalah sebagai pengingat atau alarm dalam hidup kita sehingga kita dapat melakukan tugas kerja dan tanggung jawab di DPRD sesuai apa yang tertulis. Firman itu sebagai pengingat, bila kita melakukan kesalahan maka harus diperbaiki,” tegas Royke Anter di akhir rangkaian ibadah.

Melalui ibadah Oikumene terpadu ini, DPRD Sulut berkomitmen menyelaraskan integritas moral dan profesionalisme birokrasi demi mewujudkan kinerja kelembagaan yang bersih serta akuntabel. (*/ven)



Iklan

×
Berita Terbaru Update