![]() |
| Penanaman bibit cabai di Kampung Lenganeng, Tabukan Utara, Senin (18/5). Foto: Istimewa |
SANGIHE, Komentar.co - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe bersinergi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara menggelar aksi penanaman 1.000 bibit cabai lokal di Kampung Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara, Senin (18/5/2026).
Agenda ini dilaksanakan sebagai komitmen bersama dalam memperkuat program ketahanan pangan nasional di wilayah kepulauan dan perbatasan.
Kegiatan ini terintegrasi langsung dalam rangkaian kunjungan kerja Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, bersama Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulut, Yulis Hendrik Pattipeilohy.
Acara ini turut dihadiri Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, Wakil Bupati Tendris Bulahari, Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Abdul Kholik, Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazarudin, Danlanal Tahuna Kolonel Laut (P) Hadi Subandi, Kajari Kepulauan Sangihe I Bagus Putra Gede Agung, serta Ketua TP PKK Sangihe Cherry Thungari Soeyoenus bersama jajaran pimpinan OPD.
Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari mengapresiasi dukungan moral korps adhyaksa terhadap sektor agraria daerah.
Thungari mengungkapkan, sektor pertanian sejauh ini memegang peranan krusial sebagai penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sangihe. Meski demikian, wilayah kepulauan ini masih dihadapkan pada tantangan ketergantungan pasokan komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, dan sayuran segar yang selama ini harus didatangkan dari Kota Manado.
Melalui penanaman cabai ini, kelompok tani lokal diharapkan terstimulasi untuk mendongkrak produktivitas menuju swasembada pangan.
"Momentum ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi upaya bersama untuk meningkatkan produksi pangan, mendorong kemandirian pertanian, serta memanfaatkan potensi lahan yang ada,” kata Bupati Thungari.
Guna menjawab tantangan tersebut, Bupati Thungari membeberkan bahwa Pemkab Sangihe saat ini tengah menggalakkan program "Membara". Program inovatif ini melibatkan partisipasi aktif para petani muda melalui aksi turun lapangan secara berkala untuk melakukan penanaman, panen bersama, sekaligus memetakan kendala riil di tingkat tapak seperti keterbatasan pupuk dan anomali cuaca.
Di sisi lain, Kajati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy menyatakan komitmen penuh institusinya untuk mengawal kemandirian pangan daerah melalui sinergitas lintas sektoral yang harmonis antara aparat penegak hukum, birokrasi, dan komunitas petani lokal.
Selain penanaman bibit, rangkaian kegiatan ini ditutup dengan penyerahan bantuan stimulan secara simbolis kepada masyarakat tani, pemanenan komoditas semangka dan sawi, serta forum diskusi terbuka bersama kelompok tani Kampung Lenganeng guna menyerap aspirasi pembangunan pertanian ke depan. (Yansa)
