Notification

×

Iklan

Pimpin Upacara Peringatan Harganas ke-33, Gubernur Yulius Ajak Perkokoh Ketahanan Keluarga

Monday, June 29, 2026 | 23:21 WIB Last Updated 2026-06-29T15:21:22Z
Upacara peringatan Harganas Tahun 2026 dilingkup Pemprov Sulut, Senin (29/6). Foto: Istimewa


SULUT, Komentar.co -
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, memimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sulut, Senin (29/06/2026) pagi.

Dalam momentum tersebut, Gubernur Yulius mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkokoh ketahanan keluarga sebagai pilar utama dalam mencetak generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.

Saat membacakan sambutan tertulis Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, Gubernur Yulius menegaskan bahwa peringatan Harganas tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Sebaliknya, momen ini harus dijadikan refleksi nasional terkait sejauh mana fungsi keluarga berjalan di tengah dinamika zaman.

“Hari ini bukan sekadar baris tanggal untuk seremonial, melainkan sebuah jeda kultural dan refleksi nasional. Sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang?” ujar Gubernur Yulius mengutip sambutan tertulis Menteri Wihaji.

Ia menjelaskan bahwa keluarga Indonesia saat ini dihadapkan pada tantangan besar era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity). Perkembangan pesat teknologi digital dan arus informasi berpotensi menggeser nilai-nilai sosial langsung ke dalam ruang domestik melalui penggunaan gawai oleh anak-anak.

Oleh sebab itu, penguatan ketahanan keluarga kini menjadi kebutuhan mutlak demi membentengi generasi muda dari dampak negatif lingkungan. Pemerintah turut menyoroti peluang bonus demografi yang tengah dinikmati Indonesia. Potensi ini dinilai bisa berbalik menjadi bencana sosial jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Bonus demografi bisa menjadi kekuatan besar bagi Indonesia. Namun, tanpa SDM yang berkualitas, kondisi ini justru berpotensi menjadi bencana demografi yang memicu pengangguran dan berbagai persoalan sosial,” tegasnya.

Guna merealisasikan target Indonesia Emas 2045, pemerintah menetapkan tiga pilar utama dalam pembangunan keluarga, yaitu: Kesehatan dengan fokus pada percepatan penurunan stunting dan pemenuhan gizi optimal pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Selanjutnya, Pendidikan Karakter dengan menjadikan rumah sebagai madrasah utama penanaman nilai moral dan akhlak serta Ketahanan Mental, dengan membentuk mental anak yang tangguh agar siap menghadapi tantangan masa depan.

Secara khusus, jalannya upacara juga menyoroti pentingnya keterlibatan figur ayah secara emosional, bukan sekadar hadir secara fisik. Langkah ini ditegaskan untuk mencegah fenomena fatherless country, di mana anak kehilangan pengasuhan bermakna dari sosok ayah, yang berdampak pada gangguan kesehatan mental dan karakter anak.

Menteri Wihaji dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur mengingatkan bahwa lemahnya kontrol pengasuhan di rumah kerap menjadi akar masalah sosial remaja, seperti perundungan (bullying), tawuran, pergaulan bebas, hingga jeratan narkoba.

Orang tua pun diimbau untuk lebih bijak membatasi penggunaan teknologi agar peran gawai tidak menggeser interaksi hangat di dalam keluarga.

Menutup sambuntan Menteri, Gubernur Yulius Selvanus mengajak seluruh elemen pemangku kepentingan dan masyarakat Sulawesi Utara untuk menjadikan unit keluarga terkecil sebagai titik awal pembangunan peradaban bangsa.

“Mari kita bangun keluarga Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter mulia di tengah tantangan era digital. Dengan keluarga yang kuat, kita siap memetik bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
(*/ven)



×
Berita Terbaru Update