Notification

×

Iklan

128 Hukum Tua se-Minahasa Dilantik, Ini Pesan Penting Bupati Robby Dondokambey!

Wednesday, July 15, 2026 | 01:08 WIB Last Updated 2026-07-14T17:08:39Z
Pelantikan 128 Hukum Tua se-Minahasa, Selasa (14/7). Foto: Istiemewa
 

MINAHASA, Komentar.co -
Bupati Minahasa, Robby Dondokambey secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 128 Hukum Tua (Kepala Desa) dari 25 kecamatan se-Kabupaten Minahasa yang digelar di Gedung Wale Ne Tou, Tondano, Selasa (14/7/2026).

Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa bakti kepemimpinan definitif yang lahir dari komparasi politik Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Serentak 2026. Dalam pelaksanaannya, Bupati Robby Dondokambey didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Lynda D. Watania.

Dalam arahannya, Bupati Robby Dondokambey menekankan bahwa momentum pengucapan sumpah ini merupakan langkah awal dari sebuah tanggung jawab moral dan birokrasi yang besar.

Ia menginstruksikan para pimpinan desa yang baru untuk menanggalkan seluruh sekat perbedaan politik yang sempat menajam selama masa Pilhut.

"Kontestasi politik telah selesai. Hari ini tidak ada lagi pendukung nomor berapa pun. Yang ada hanyalah masyarakat desa yang harus hidup dalam persaudaraan, saling menghormati, saling menopang, dan bersama-sama membangun desa," ujar Bupati Robby di hadapan seratusan Hukum Tua yang dilantik.

Top eksekutif Minahasa ini juga mengingatkan agar tata kelola keuangan dan administrasi desa ke depan wajib dijalankan dengan mengedepankan prinsip profesionalisme, transparansi, serta akuntabilitas guna mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang. Hukum Tua dituntut merangkul seluruh elemen, mulai dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh adat, tokoh agama, hingga kelompok UMKM dan petani.

Sinergitas horizontal di tingkat desa dan koordinasi vertikal bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dinilai menjadi kunci utama dalam mendorong ketahanan pangan serta kemandirian ekonomi daerah.

"Kemajuan Minahasa sangat bergantung pada kemajuan desa. Oleh karena itu, jadilah motor penggerak pembangunan," tambah orang nomor satu di Minahasa ini dalam arahannya.

Sebagai penutup, Bupati memberikan pesan reflektif mengenai pentingnya menjaga integritas sosial selama menjabat. Menurutnya, rekam jejak kepemimpinan tidak diukur dari seremoni pelantikan, melainkan dari kehadiran nyata seorang pemimpin di tengah kesulitan warga.

Hadir dalam upacara pelantikan ini perwakilan dari Gubernur Sulawesi Utara, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD Minahasa, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, serta perwakilan keluarga dari masing-masing Hukum Tua serta tamu undangan. (Roni)




Iklan

×
Berita Terbaru Update