Notification

×

Iklan

Gubernur Yulius Selvanus jadi Saksi Nikah Massal 130 Pasangan di Sulut

Wednesday, July 22, 2026 | 11:45 WIB Last Updated 2026-07-22T03:45:32Z
Pencatatan Pernikahan Massal 13 Pasangan Suami Istri di Aula Kantor Gubernur Sulut, Selasa (21/7). Foto: Istimewa


SULUT, Komentar.co -
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, hadir langsung menjadi saksi dalam pencatatan pernikahan massal bagi 130 pasangan suami istri (Pasutri) menjadi keluarga baru di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut pada Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 sekaligus Hari Kependudukan Sedunia Tahun 2026.

Selain pencatatan nikah massal, momentum tersebut dirangkaikan dengan Penyerahan Penghargaan Lomba Inovasi Pelayanan Publik Bidang Administrasi Kependudukan bagi Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang berhasil memfasilitasi legalitas hukum bagi ratusan pasangan tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran negara dalam memberikan kepastian hukum atas status pernikahan merupakan pemenuhan hak konstitusional yang sangat mendasar bagi warga negara.

“Lebih dari sekadar legalitas formal, dengan tercatatnya perkawinan secara sah, setiap pasangan kini memperoleh dokumen kependudukan lengkap serta kepastian hukum bagi seluruh anggota keluarga,” ujar Yulius.

Ia menjelaskan bahwa kepemilikan dokumen administrasi kependudukan yang lengkap menjadi fondasi utama bagi masyarakat untuk mengakses berbagai program bantuan sosial dan layanan publik fundamental dari pemerintah. Dokumen ini membuka akses langsung pada sektor pendidikan, jaminan kesehatan, hingga perlindungan sosial secara legal.

Sementara terkait dengan esensi Harganas, top eksekutif Sulut ini mengingatkan bahwa keluarga merupakan unit terkecil sekaligus fondasi utama dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, ketahanan wilayah dan hadirnya generasi masa depan Sulawesi Utara yang sehat, cerdas, produktif, serta berkarakter sangat ditentukan oleh kualitas lingkungan keluarga.

Di sisi lain, memperingati Hari Kependudukan Sedunia, orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai ini menekankan pentingnya akurasi tata kelola data kependudukan. Data yang valid mutlak diperlukan sebagai acuan perencanaan program pembangunan daerah agar tepat sasaran. Akurasi data tersebut hanya bisa dicapai jika setiap peristiwa penting, seperti pernikahan, kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk tercatat secara tertib pada sistem negara.

Terkait penyerahan penghargaan lomba inovasi, Gubernur Yulius menyatakan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi antar-daerah. Kegiatan ini menjadi wadah melahirkan gagasan kreatif demi memangkas birokrasi yang berbelit-belit.

Dirinya meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) menjadikan inovasi sebagai budaya kerja, dengan fokus pada pelayanan yang inklusif, transparan, cepat, dan berbasis digital.

"Kepada seluruh jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil se-Sulawesi Utara, saya mengajak dan menginstruksikan agar terus memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme, serta memanfaatkan teknologi informasi dalam memberikan pelayanan yang membahagiakan masyarakat," tegasya.

Mengakhiri sambutan, Gubernur Yulius memberikan ucapan selamat kepada 130 pasangan baru dan berharap mereka mampu membangun rumah tangga yang harmonis serta menjadi teladan di lingkungan sosial.

Ia juga mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan tertib administrasi demi masa depan Sulawesi Utara yang lebih maju.

Kegiatan ini ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Sulut, para Bupati dan Walikota, Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Sulut, Kakanwil Kemenag Sulut, Perwakilan Ombudsman Sulut, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov Sulut, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. (*/ven)




Iklan

×
Berita Terbaru Update