Notification

×

Iklan

Gubernur Yulius Tegaskan Komitmen 'Zero Bullying' dan Kawal Makan Bergizi Gratis

Tuesday, July 21, 2026 | 14:39 WIB Last Updated 2026-07-21T06:41:00Z
Foto: Istimewa


SULUT, Komentar.co -
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, memberikan arahan sekaligus apresiasi tertinggi kepada seluruh kepala sekolah tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Provinsi Sulut (Sulut).

Apresiasi tersebut diberikan atas suksesnya pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berjalan aman, tertib, dan kondusif di seluruh satuan pendidikan.

Instruksi dan evaluasi besar-besaran ini disampaikan langsung oleh Gubernur Yulius di hadapan para kepala sekolah yang memadati Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Senin (20/7/2026).

Gubernur Yulius memuji komitmen para tenaga pendidik yang berhasil menghadirkan masa transisi siswa secara humanis, menyenangkan, dan ramah anak. Ia pun menegaskan bahwa lingkungan sekolah di Bumi Nyiur Melambai wajib bersih dari segala bentuk tekanan psikologis maupun kekerasan fisik.

"Kami menegaskan komitmen mutlak tanpa kompromi mengenai Zero Bullying (nol perundungan) di seluruh lingkungan satuan pendidikan Sulawesi Utara. Aktifkan penuh Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap sekolah," ujar Yulius dengan tegas.

Orang nomor satu di Sulut ini juga melarang keras para kepala sekolah menutupi kasus kekerasan hanya demi menjaga nama baik institusi secara semu. Menurutnya, setiap persoalan harus diselesaikan secara transparan, adil, dan sepenuhnya berpihak pada korban.

Kepala sekolah dituntut menjadi motor penggerak mutu pendidikan, bukan sekadar petugas administrasi di balik meja.

Selain masalah perundungan, Gubernur mengingatkan pentingnya profesionalitas tinggi dalam tata kelola anggaran sekolah, baik Dana BOS maupun BOSDA. Pengelolaan keuangan harus transparan, akuntabel, dan bebas dari penyimpangan. Pihak sekolah juga diwajibkan peka terhadap lingkungan sekitar untuk memastikan target Zero Drop-Out (nol anak putus sekolah) dapat tercapai.

Terkait kebijakan nasional, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut berkomitmen penuh menyukseskan program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.

"Kepala sekolah harus memfasilitasi kelancaran program ini secara total. Aktif berkoordinasi dengan penyedia, serta pastikan distribusinya tertib dan higienis. Manfaatkan momentum ini untuk membangun karakter positif siswa, seperti kedisiplinan dan pola hidup sehat," imbau Gubernur Yulius.

Di era teknologi, Gubernur Yulius mendesak sekolah untuk hadir sebagai benteng pertahanan karakter siswa dalam membendung arus digitalisasi tanpa filter. Langkah nyata dan preventif wajib diambil untuk melindungi pelajar dari bahaya judi online, pinjaman online (pinjol) ilegal, narkoba, hingga kecanduan gawai.

Untuk itu, peran Guru Bimbingan Konseling (BK) harus dioptimalkan dengan menghidupkan kembali filosofi kearifan lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou dan Torang Samua Basudara.

Secara khusus, Gubernur Yulius memberikan pekerjaan rumah bagi kepala SMK dan SLB, yaitu; Kepala SMK: Wajib memperkuat kemitraan strategis (link and match) dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) serta mengoptimalkan sertifikasi kompetensi agar lulusan langsung terserap di pasar kerja nasional maupun global.

Kepala SLB: Wajib meningkatkan kualitas fasilitas ramah disabilitas guna menjamin inklusivitas dan hak pendidikan yang setara bagi semua anak.

Menutup arahannya, top eksekutif Sulut ini meminta seluruh kepala sekolah untuk bekerja dalam sistem Satu Komando, loyal, patuh, dan tegak lurus pada arah kebijakan Pemprov Sulut.

"Kepala sekolah harus memiliki mental petarung, pantang menyerah menghadapi keterbatasan, kreatif melahirkan inovasi solusi di lapangan, serta tidak mudah mengeluh. Mari bersinergi erat, bekerja keras, tulus, dan berintegritas demi mencetak generasi emas Sulawesi Utara menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.
(ven)




Iklan

×
Berita Terbaru Update