Notification

×

Iklan

Gubernur Yulius Lantik Tiga Pejabat Eselon II, Sampaikan Pesan Penting Ini!

Thursday, August 6, 2026 | 02:44 WIB Last Updated 2026-08-05T18:44:26Z
Gubernur Yulius Selvanus saat melantik tiga pejabat esalon II dilingkup Pemprov Sulut, Rabu (5/8). Foto: Istimewa


SULUT, Komentar.co -
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus kembali melakukan perombakan 'kabinet' di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut. Sebanyak tiga pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II) resmi dilantik dan diambil sumpah jabatan di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Rabu (5/8/2026).

Langkah penyegaran organisasi ini menyasar sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis guna mengoptimalkan kinerja pelayanan publik dan capaian target daerah.

Pergeseran jabatan kali ini membawa wajah baru pada posisi pimpinan kedinasan. Femmy Suluh yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut kini dialihkan untuk menakhodai Dinas Perhubungan (Dishub). Sementara itu, Deicy Paath yang sebelumnya menduduki kursi Kepala Dinas (Kads) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

Untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Femmy Suluh, posisi Kepala Dinas Pendidikan Daerah kini diamanahkan kepada Yahya Rondonuwu. Yahya sebelumnya berkiprah sebagai Kepala Bagian Persidangan pada Sekretariat DPRD Provinsi Sulut.

Dalam pokok arahannya, Gubernur Yulius Selvanus meluruskan paradigma terkait mutasi ASN. Ia menegaskan bahwa kebijakan rolling ini murni didasarkan pada penataan struktur karier berorientasi kompetensi, bukan atas dasar tendensi personal.

“Prinsip the right man on the right place selalu menjadi pedoman utama kami. Perpindahan tugas, kenaikan pangkat, maupun pergantian jabatan adalah dinamika yang lumrah dalam perjalanan karier seorang aparatur sipil negara,” ujar Gubernur Yulius.

Ia mengimbau agar penugasan baru tidak diasumsikan secara sempit sebagai bentuk hadiah (penghargaan) ataupun sanksi (hukuman). Sebaliknya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperluas cakrawala kepemimpinan dan mendongkrak performa pelayanan masyarakat.

Gubernur turut menyelipkan instruksi kerja spesifik yang harus segera dieksekusi oleh para pejabat baru dalam waktu dekat.

Kepada Kepala Dinas Perhubungan yang baru, Femmy Suluh, Gubernur menginstruksikan manajemen tata kelola aset daerah yang lebih agresif. Infrastruktur perhubungan seperti terminal penumpang dan armada kapal milik pemprov wajib dimaksimalkan fungsinya agar mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan sekaligus mempermudah mobilitas publik.

Di sisi lain, Kepala Disnakertrans yang baru, Deicy Paath, dibebani tanggung jawab untuk melakukan revitalisasi menyeluruh terhadap Balai Latihan Kerja (BLK). Fasilitas pelatihan vokasi tersebut dituntut bertransformasi menjadi pusat inkubasi yang produktif dalam mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten, bersertifikasi, dan siap terserap pasar industri modern.

Menutup upacara pelantikan, orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai ini menitipkan pesan agar ketiga pejabat segera melakukan konsolidasi internal, memotong jalur birokrasi yang kaku, dan mempercepat realisasi program prioritas daerah.

"Segera bangun koordinasi dan kolaborasi lintas sektor agar seluruh roda program pemerintah berjalan simultan," pungkasnya.
(*/ven)




Iklan

×
Berita Terbaru Update