![]() |
| Kantor PT. PLN (Persero) UP3 Tahuna. Foto: Vander |
SANGIHE, Komentar.co - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna menegaskan komitmennya untuk menjaga kestabilan pasokan listrik bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Pihak PLN sekaligus membantah keras kabar yang beredar di tengah masyarakat terkait dugaan adanya skema pemadaman listrik secara bergilir.
Manager PLN UP3 Tahuna melalui Asisten Manager Keuangan dan Umum, Edmond Sahadagi, menyatakan bahwa penghentian aliran listrik yang terjadi belakangan ini bukanlah pemadaman bergilir yang disengaja, melainkan respons otomatis dari sistem proteksi pembangkit dan jaringan.
"Tidak ada pemadaman bergilir. Yang terjadi adalah pemadaman mendadak secara otomatis akibat gangguan jaringan atau perbaikan teknis pada mesin. Itu pun sifatnya sementara dan tidak berlangsung lama," tegas Edmond saat ditemui Komentar.co di ruang kerjanya, Kamis (30/7/2026).
Edmond menjelaskan, terputusnya aliran listrik secara tiba-tiba justru menunjukkan bahwa sistem keamanan proteksi pada mesin pemutar daya bekerja dengan baik. Ketika sistem mendeteksi ketidakstabilan frekuensi mesin atau adanya gangguan fisik pada jaringan kabel akibat faktor cuaca dan alam, sistem secara otomatis akan memutus aliran untuk mencegah kerusakan perangkat yang lebih parah.
Guna menjaga kenyamanan pelanggan, pihak PLN UP3 Tahuna terus bergerak cepat melakukan perbaikan teknis serta pemeliharaan jaringan secara berkala untuk meminimalisasi potensi gangguan serupa di kemudian hari.
Masyarakat Kepulauan Sangihe pun diimbau agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Kami berupaya maksimal agar gangguan ini dapat diminimalisir. Kami menjamin pasokan daya listrik untuk kebutuhan masyarakat di Kepulauan Sangihe tetap stabil dan terpenuhi," tutup Edmond. (Vander)
