Notification

×

Iklan

Thungari-Bulahari Pimpin Rakor, Petakan Wilayah Rawan Kebakaran dan Siapkan Dana Darurat

Friday, September 11, 2026 | 11:16 WIB Last Updated 2026-09-11T03:18:00Z
Hari Keenam Kebakaran Karhutla Lereng Gunung Awu

Foto: Istimewa



SANGIHE, Komentar.co - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe bergerak cepat mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Awu agar tidak merembet ke area produktif warga.

Langkah mitigasi ini diputuskan melalui rapat koordinasi (rakor) darurat yang dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari bersama jajaran Forkopimda, camat, Kapolsek serta Danramil di ruang rapat Kantor Bupati Sangihe, Kamis (10/9/2026) sore.

Hingga hari keenam sejak api pertama kali berkobar pada Sabtu (5/9/2026), amukan si jago merah di lereng Gunung Awu belum sepenuhnya padam. Pemerintah daerah kini memfokuskan strategi pada penyelamatan ruang hidup dan sektor perkebunan yang menjadi tumpuan ekonomi utama masyarakat setempat.

Berdasarkan hasil pemetaan terkini, salah satu titik api paling krusial terdeteksi di lereng yang mengarah ke Kampung Bahu. Jarak lidah api saat ini diperkirakan tersisa sekitar dua kilometer dari batas luar perkebunan warga.

"Jarak tersebut menjadi ruang yang harus dijaga bersama. Karena bagi masyarakat di sekitar Gunung Awu, perkebunan bukan sekadar hamparan tanah, melainkan tempat mereka bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Bupati Michael Thungari.

Sebagai langkah taktis, Pemkab Sangihe menetapkan sistem perimeter atau garis batas toleransi pergerakan api. Batasan tegas ini berfungsi sebagai indikator visual dan geografis bagi tim pemadam untuk mengadang serta memutus perambatan api sebelum menyentuh kawasan vegetasi budidaya masyarakat.

Untuk menyokong pergerakan personel di lapangan, skema dukungan anggaran juga langsung diaktifkan. Bupati Thungari memastikan dana operasional darurat akan segera dicairkan ke kecamatan-kecamatan terdampak demi mempercepat pemenuhan logistik tim gabungan dan relawan.

Sinergi antara TNI, Polri, aparatur kecamatan, pemerintah kampung, serta komunitas warga dinilai menjadi kunci utama dalam memotong jalur kebakaran. Pemkab Sangihe turut mengimbau masyarakat luas untuk tetap tenang, tidak termakan isu liar, dan tidak saling menyalahkan di tengah situasi krisis.

"Sangihe kuat kalau kita kompak. Menghadapi bencana ini adalah momentum bagi seluruh elemen untuk berdiri bersama melindungi lingkungan dan mencegah kerugian yang lebih besar," pungkas Thungari. (Yansa)


Post Views: 2127

Iklan

×
Berita Terbaru Update