Notification

×

Iklan

Unsrat Klarifikasi Isu Perundungan di Lingkungan PPDS Obs-Gin, Tidak Ada Tindakan Bullying!

Tuesday, October 20, 2026 | 17:58 WIB Last Updated 2026-10-20T09:58:42Z
Foto: Istimewa


MANADO, Komentar.co -
Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengklarifikasi isu dugaan perundungan (bullying) di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS-1) Obstetri dan Ginekologi (Obs-Gin) Fakultas Kedokteran Unsrat/RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou yang sempat viral di media sosial.

Pihak kampus menegaskan bahwa tidak ada tindakan perundungan yang terjadi antara residen senior dan junior.

Humas Unsrat, Max Rembang, mengungkapkan bahwa kepastian ini didapatkan setelah program studi melakukan penelusuran mendalam. Penegasan tersebut juga diperkuat oleh surat pernyataan bersama yang ditandatangani langsung oleh kedua residen yang bersangkutan, Senin (19/10/2026).

"Berdasarkan klarifikasi yang telah dilakukan dan pernyataan bersama kedua residen, mereka sepakat bahwa tidak terjadi tindakan perundungan. Persoalan yang sempat muncul merupakan kesalahpahaman pribadi yang telah diselesaikan secara baik dan kekeluargaan," ujar Max Rembang dalam keterangan resminya.

Dalam dokumen klarifikasi tersebut, pihak Unsrat menjabarkan sejumlah fakta penting guna meluruskan informasi simpang siur di ruang digital, antara lain:

Terkait rumor yang beredar di media sosial, berdasarkan hasil klarifikasi yang telah dilakukan oleh Program Studi serta pernyataan bersama yang ditandatangani oleh kedua residen yang bersangkutan (Senior dan Junior) pada tanggal 19 Oktober 2026, kedua pihak menyatakan sepakat bahwa tidak terjadi tindakan perundungan.

Sampai dengan diterbitkannya pernyataan ini, residen junior yang bersangkutan masih tercatat sebagai peserta didik PPDS-1 Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dan mempertimbangkan untuk mengundurkan diri.

Program Studi telah memberikan pendampingan dan akan terus melakukan pembinaan terhadap yang bersangkutan.

Antara residen junior dan residen senior yang dimaksud memang sempat terjadi kesalahpahaman. Hal tersebut merupakan permasalahan pribadi yang telah diselesaikan secara baik dan kekeluargaan, serta perlu ditegaskan bahwa tidak pernah terjadi kontak fisik dalam bentuk apa pun di antara keduanya.

Berdasarkan pernyataan bersama kedua residen, rangkaian unggahan di media sosial tidak dilakukan oleh kedua residen yang dimaksud, melainkan oleh pihak lain luar kedua residen tersebut. Unggahan tersebut telah berdampak merugikan terhadap nama baik institusi serta berdampak secara personal terhadap kedua residen yang bersangkutan.

Adapun video yang disebutkan dalam unggahan tersebut merupakan kejadian yang bersifat insidental. Video tersebut tidak memiliki makna sebagaimana yang dinarasikan di media sosial, dan tidak berkaitan secara institusional dengan rumah sakit mana pun.

Program Studi PPDS-1 Obstetri dan Ginekologi FK Unsrat menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan, sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Menyikapi polemik ini, Max Rembang mengimbau masyarakat luas untuk lebih bijak, menyaring informasi, dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sepihak dari konten media sosial yang belum terverifikasi.

"Jangan mudah menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Mari kita menghormati privasi pihak-pihak yang bersangkutan dan memberikan ruang bagi institusi untuk menyelesaikan persoalan sesuai mekanisme yang berlaku," tegasnya.

Sebagai langkah preventif ke depan, Program Studi PPDS-1 Obs-Gin FK Unsrat menegaskan komitmen penuh mereka untuk terus menjaga lingkungan pendidikan kedokteran yang aman, sehat, dan bebas dari intimidasi. Pihak prodi kini telah membuka posko aduan resmi bagi mahasiswa yang mengalami atau melihat indikasi perundungan, dengan jaminan kerahasiaan identitas pelapor sepenuhnya. (ven)


Post Views: 2483

Iklan

×
Berita Terbaru Update