"Sebagai generasi penerus, kita harus menjadikan keinginan itu sebagai sumber inspirasi kekuatan dalam mewujudkan Indonesia menjadi negara yang kuat, sejahtera dan berdaulat", katanya.
Menurutnya, yang menjadi tuntutan bagi semua komponen bangsa saat ini dan kedepannya adalah, mengembalikan kejayaan maritim dan menetapkan “poros maritim” sebagai visi bagi kejayaan nusantara, atau cita-cita pembangunan bangsa Indonesia.
"Dengan berdasarkan rasionalitas sederhana bahwa bangsa ini bangsa yang hidup dan tinggal di wilayah yang terdiri dari pulau-pulau dan saling terhubung melalui sektor kelautan," ujarnya.
Lanjut Gubernur Olly, upaya mewujudkan tuntutan tersebut tidaklah mudah. Menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar dan bermartabat memang sebuah tantangan besar.
"Tuntutan itu tidak mustahil kita upayakan, jika kita senantiasa bertindak dalam lajur kebersamaan, menjunjung tinggi semangat gotong royong dalam berkarya, dan berada dalam bingkai persatuan", ungkapnya.
Dirinya mengajak semua pemangku kepentingan agar senantiasa menyadari bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantainya salah satu terpanjang di dunia hendaklah senantiasa bergotong royong, saling bahu membahu, bekerja bersama, bersama bekerja, tidak memandang perbedaan satu sama lain.
"Ini akan dicapai dalam gerak langkah untuk terus menjaga dan mempertahankan keamanan dan pertahanan dengan basis maritim, serta mengkombinasikan antara kekuatan ekonomi dan keamanan yang solid dalam konsep kemaritiman, guna mewujudkan negara yang sejahtera, demi meraih cita-cita Indonesia yang berdaulat dan bermartabat", imbuhnya.
Diketahui, potensi wilayah Provinsi Sulawesi Utara adalah salah satu provinsi kepulauan yang terletak pada 0030' - 5035' LU dan 123030' - 127000' BT. Disamping itu mempunyai luas perairan 454.481 km2 yang terdiri dari laut teritorial seluas 264.481 km2 dan perairan ZEE seluas 190.000 km2, dengan panjang perairan pantai 1.837,29 km, serta memiliki posisi geografis yang sangat strategis karena terletak di bibir pasifik. Dengan kondisi ini, Provinsi Sulawesi Utara dapat memberikan “kontribusi besar” dalam mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.
Peringatan Hari Nusantara ini turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs John Palandung, MSi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Ir Ronald Sorongan, MSi dan para pejabat di lingkup Pemprov Sulut. (*/ven)
Lanjut Gubernur Olly, upaya mewujudkan tuntutan tersebut tidaklah mudah. Menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar dan bermartabat memang sebuah tantangan besar.
"Tuntutan itu tidak mustahil kita upayakan, jika kita senantiasa bertindak dalam lajur kebersamaan, menjunjung tinggi semangat gotong royong dalam berkarya, dan berada dalam bingkai persatuan", ungkapnya.
Dirinya mengajak semua pemangku kepentingan agar senantiasa menyadari bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantainya salah satu terpanjang di dunia hendaklah senantiasa bergotong royong, saling bahu membahu, bekerja bersama, bersama bekerja, tidak memandang perbedaan satu sama lain.
"Ini akan dicapai dalam gerak langkah untuk terus menjaga dan mempertahankan keamanan dan pertahanan dengan basis maritim, serta mengkombinasikan antara kekuatan ekonomi dan keamanan yang solid dalam konsep kemaritiman, guna mewujudkan negara yang sejahtera, demi meraih cita-cita Indonesia yang berdaulat dan bermartabat", imbuhnya.
Diketahui, potensi wilayah Provinsi Sulawesi Utara adalah salah satu provinsi kepulauan yang terletak pada 0030' - 5035' LU dan 123030' - 127000' BT. Disamping itu mempunyai luas perairan 454.481 km2 yang terdiri dari laut teritorial seluas 264.481 km2 dan perairan ZEE seluas 190.000 km2, dengan panjang perairan pantai 1.837,29 km, serta memiliki posisi geografis yang sangat strategis karena terletak di bibir pasifik. Dengan kondisi ini, Provinsi Sulawesi Utara dapat memberikan “kontribusi besar” dalam mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.
Peringatan Hari Nusantara ini turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs John Palandung, MSi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Ir Ronald Sorongan, MSi dan para pejabat di lingkup Pemprov Sulut. (*/ven)

