Sulut,- Gubernur Olly Dondokambey, SE selaku Ketua Panitia Pelaksana Sidang Majelis Sinode GMIM Ke-72 sukses menuntun proses pemilihan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) secara efektif namun tetap aspiratif. Tahapan pemilihan BPMS yang menggunakan sistem e-voting dengan gamblang ia pimpin secara kebersamaan dan demokratis.
Kematangan berorganisasi sangat terlihat pada sosok yang tegas namun tetap arif ini saat dirinya (Olly, red) memimpin Sidang Paripurna Majelis Sinode GMIM Ke-79, Rabu (21/3/2018) yang digelar di Grand Kawanua Convention Center Manado.
Pemilihan BPMS GMIM periode pelayanan 2018-2022 kali ini juga menoreh sejarah karena pertamakalinya menggunakan sistem e-voting. Sistem ini terjamin kerahasiaannya dan mencegah kesalahan pada proses pemilihan.
"Terimakasih karena telah mempercayakan saya jadi ketua panitia pemilihan. Pemilihan dengan e-voting ini sangat terjamin kerahasiaannya. Semua database tersimpan di server. Tidak ada yang tahu siapa yang dipilih peserta kecuali peserta itu sendiri", kata Olly.
Untuk memastikan kelancaran proses pemilihan, Olly pun beranjak dari tempat duduknya untuk melakukan pengecekan langsung perangkat elektronik yang digunakan 1744 peserta pemilihan yang berasal dari 937 jemaat dan 126 wilayah pelayanan GMIM yang berhak menggunakan hak suaranya dalam pemilihan, termasuk kesiapan pembatas jalur yang dilalui peserta menuju bilik suara.
Usai mendengar arahan Olly, para peserta utusan jemaat, utusan wilayah dan BPMS GMIM secara tertib berjalan ke bilik di mana terdapat tablet dan printer. Kemudian, peserta menekan tombol 'Mulai' yang ada di halaman awal aplikasi e-voting yang tersedia di tablet. Setelah itu, peserta memindai QR code yang terdapat di kartu pemilihnya untuk masuk ke halaman berikutnya yang memuat daftar kandidat. Di dalam bilik suara, peserta menekan nama kandidat tertentu untuk menentukan pilihannya.
Berdasarkan tata tertib pemilihan e-voting, setelah peserta menekan tombol 'Ya' atas pilihannya maka secara otomatis peserta akan keluar dari aplikasi dan printer akan mencetak kertas suara yang berisi nama kandidat yang dipilihnya. Peserta mengambil kertas suara dan memasukkannya ke dalam kotak suara.
Menariknya, para peserta baik yang sedang menunggu giliran menggunakan hak suara ataupun yang telah melaksanakan hak pilih mendapatkan coklat dari Gubernur Olly. Seluruh peserta pemilihan pun antusias menerima coklat dari orang nomor satu di bumi nyiur melambai itu.
Tiba saatnya penghitungan suara Ketua BPMS GMIM. Gubernur Olly menggunakan kode akses yang dimilikinya untuk membuka database hasil pemilihan.
Hasilnya Pdt Dr Hein Arina meraih 1110 suara terpilih menjadi Ketua Sinode GMIM. Perolehan suara Arina telah memenuhi syarat 50 persen tambah satu. Karena dari 1744 peserta yang menggunakan hak suara tercatat 1702 suara. Sehingga pemenangnya harus meraih minimal 852 suara.
Sementara, Pdt Hendry Runtuwene berada di urutan kedua dengan meraih 466 suara. Sedangkan posisi ketiga diraih Pdt Petra Rembang dengan pencapaian 96 suara.
Pelaksanaan kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sulut Drs Steven O E Kandouw, Ketua BPMS GMIM yang lama Pdt Dr HWB Sumakul, bupati dan walikota serta para pejabat Pemprov Sulut. (*/ven)
Kematangan berorganisasi sangat terlihat pada sosok yang tegas namun tetap arif ini saat dirinya (Olly, red) memimpin Sidang Paripurna Majelis Sinode GMIM Ke-79, Rabu (21/3/2018) yang digelar di Grand Kawanua Convention Center Manado.
Pemilihan BPMS GMIM periode pelayanan 2018-2022 kali ini juga menoreh sejarah karena pertamakalinya menggunakan sistem e-voting. Sistem ini terjamin kerahasiaannya dan mencegah kesalahan pada proses pemilihan.
"Terimakasih karena telah mempercayakan saya jadi ketua panitia pemilihan. Pemilihan dengan e-voting ini sangat terjamin kerahasiaannya. Semua database tersimpan di server. Tidak ada yang tahu siapa yang dipilih peserta kecuali peserta itu sendiri", kata Olly.
Untuk memastikan kelancaran proses pemilihan, Olly pun beranjak dari tempat duduknya untuk melakukan pengecekan langsung perangkat elektronik yang digunakan 1744 peserta pemilihan yang berasal dari 937 jemaat dan 126 wilayah pelayanan GMIM yang berhak menggunakan hak suaranya dalam pemilihan, termasuk kesiapan pembatas jalur yang dilalui peserta menuju bilik suara.
Usai mendengar arahan Olly, para peserta utusan jemaat, utusan wilayah dan BPMS GMIM secara tertib berjalan ke bilik di mana terdapat tablet dan printer. Kemudian, peserta menekan tombol 'Mulai' yang ada di halaman awal aplikasi e-voting yang tersedia di tablet. Setelah itu, peserta memindai QR code yang terdapat di kartu pemilihnya untuk masuk ke halaman berikutnya yang memuat daftar kandidat. Di dalam bilik suara, peserta menekan nama kandidat tertentu untuk menentukan pilihannya.
Berdasarkan tata tertib pemilihan e-voting, setelah peserta menekan tombol 'Ya' atas pilihannya maka secara otomatis peserta akan keluar dari aplikasi dan printer akan mencetak kertas suara yang berisi nama kandidat yang dipilihnya. Peserta mengambil kertas suara dan memasukkannya ke dalam kotak suara.
Menariknya, para peserta baik yang sedang menunggu giliran menggunakan hak suara ataupun yang telah melaksanakan hak pilih mendapatkan coklat dari Gubernur Olly. Seluruh peserta pemilihan pun antusias menerima coklat dari orang nomor satu di bumi nyiur melambai itu.
Tiba saatnya penghitungan suara Ketua BPMS GMIM. Gubernur Olly menggunakan kode akses yang dimilikinya untuk membuka database hasil pemilihan.
Hasilnya Pdt Dr Hein Arina meraih 1110 suara terpilih menjadi Ketua Sinode GMIM. Perolehan suara Arina telah memenuhi syarat 50 persen tambah satu. Karena dari 1744 peserta yang menggunakan hak suara tercatat 1702 suara. Sehingga pemenangnya harus meraih minimal 852 suara.
Sementara, Pdt Hendry Runtuwene berada di urutan kedua dengan meraih 466 suara. Sedangkan posisi ketiga diraih Pdt Petra Rembang dengan pencapaian 96 suara.
Pelaksanaan kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sulut Drs Steven O E Kandouw, Ketua BPMS GMIM yang lama Pdt Dr HWB Sumakul, bupati dan walikota serta para pejabat Pemprov Sulut. (*/ven)

