Bitung,- Wali Kota Bitung, Maximilian J Lomban membuka kegiatan Pelatihan Pembuatan Biopori atau Bank Air Bawah Tanah, Menopang Gerakan Bitung Go Green dan Less Plastic City serta Gerakan Hemat Air digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Walikota Bitung, Senin (27/08/2018).
Dalam sambutannya Lomban mengingatkan, kita perlu bersahabat dengan alam dan memohon Tuhan menolong kita untuk berbuat sesuatu menyelamatkan alam ini.
"Itulah yang memotivasi terlaksananya kegiatan ini yaitu untuk mempelajari berbagai hal terkait dengan pemeliharaan alam." ujar Lomban.
Dalam kesempatan ini, lanjut Lomban, kita belajar dari tempat yang sudah berhasil menerapkan sistem pemeliharaan Lingkungan yaitu kota Malang, yang kemudian disalurkan atau diimplementasikan di kota Bitung dan berusaha mengembangkannya agar jadi lebih baik lagi melebihi tempat dimana kita belajar.
"Memang alat untuk pembuatan biopori masih sementara disiapkan namun sekarang kita bisa mempelajari materinya agar ketika alatnya sudah ada bisa langsung dipraktekan", urai Lomban.
Menurutnya, Kota Malang adalah kota yang maju, pada tahun 2017 kita belajar bagaimana menekan kebocoran air minum di kota tersebut. Sementara saat ini kota Bitung mampu menekan kebocoarn tersebut baru sampai 43% dari 53% pada tahun sebelumnya dan bertekad tahun depan turun 10% demikian seterusnya tiap tahun.
"Dan itu kita pelajari dari kota Malang yang sampai saat ini mampu menekan hingga 19%", pungkas Lomban sembari berterima kasih kepada Bapak Ir Bambang Iryanto dari Kampung Glintung Go Green kota Malang yang sudah datang membagi ilmu di Kota Bitung dan berharap mampu menerpka hal tersebut secara maksimal di kota Bitung.
Sementara, Ketua TP PKK Kota Bitung, Khouni Lomban Rawung mengisahkan cerita sehingga terlaksananya kegiatan ini yang diawali dari kunjungan walikota Bitung ke Kota Malang tahun 2017 dalam rangkaian kegiatan kesenian.
"Suatu hari saya tidak ikut kegiatan Walikota, saya membaca dan mencari link lalu saya tertarik dengan 3G, yaitu Gerakan Go Green yang ada di kota Malang, yang kemudian berantusias untuk mempelajari hal tersebut", ungkap Rawung yang juga pemerhati Lingkungan kota Bitung ini.
"Saya langsung menghubungi Ir Bambang Iryanto dari Kampung Glintung Go Green waktu itu, dan saat ini hadir membawakan materi kepada kita semua", tambah Rawung yang juga memberikan materi tentang "Bitung Go Green Less Plastic City".
Turut hadir Wakil Walikota Bitung Ir Maurits Mantiri, Asisten II setda Kota Bitung, Ketua DWP Kota Bitung, dr Riny Pangemanan Tinangon, serta para pejabat lingkup Pemkot Bitung. (*/ven)
Dalam sambutannya Lomban mengingatkan, kita perlu bersahabat dengan alam dan memohon Tuhan menolong kita untuk berbuat sesuatu menyelamatkan alam ini.
"Itulah yang memotivasi terlaksananya kegiatan ini yaitu untuk mempelajari berbagai hal terkait dengan pemeliharaan alam." ujar Lomban.
Dalam kesempatan ini, lanjut Lomban, kita belajar dari tempat yang sudah berhasil menerapkan sistem pemeliharaan Lingkungan yaitu kota Malang, yang kemudian disalurkan atau diimplementasikan di kota Bitung dan berusaha mengembangkannya agar jadi lebih baik lagi melebihi tempat dimana kita belajar.
"Memang alat untuk pembuatan biopori masih sementara disiapkan namun sekarang kita bisa mempelajari materinya agar ketika alatnya sudah ada bisa langsung dipraktekan", urai Lomban.
Menurutnya, Kota Malang adalah kota yang maju, pada tahun 2017 kita belajar bagaimana menekan kebocoran air minum di kota tersebut. Sementara saat ini kota Bitung mampu menekan kebocoarn tersebut baru sampai 43% dari 53% pada tahun sebelumnya dan bertekad tahun depan turun 10% demikian seterusnya tiap tahun.
"Dan itu kita pelajari dari kota Malang yang sampai saat ini mampu menekan hingga 19%", pungkas Lomban sembari berterima kasih kepada Bapak Ir Bambang Iryanto dari Kampung Glintung Go Green kota Malang yang sudah datang membagi ilmu di Kota Bitung dan berharap mampu menerpka hal tersebut secara maksimal di kota Bitung.
Sementara, Ketua TP PKK Kota Bitung, Khouni Lomban Rawung mengisahkan cerita sehingga terlaksananya kegiatan ini yang diawali dari kunjungan walikota Bitung ke Kota Malang tahun 2017 dalam rangkaian kegiatan kesenian.
"Suatu hari saya tidak ikut kegiatan Walikota, saya membaca dan mencari link lalu saya tertarik dengan 3G, yaitu Gerakan Go Green yang ada di kota Malang, yang kemudian berantusias untuk mempelajari hal tersebut", ungkap Rawung yang juga pemerhati Lingkungan kota Bitung ini.
"Saya langsung menghubungi Ir Bambang Iryanto dari Kampung Glintung Go Green waktu itu, dan saat ini hadir membawakan materi kepada kita semua", tambah Rawung yang juga memberikan materi tentang "Bitung Go Green Less Plastic City".
Turut hadir Wakil Walikota Bitung Ir Maurits Mantiri, Asisten II setda Kota Bitung, Ketua DWP Kota Bitung, dr Riny Pangemanan Tinangon, serta para pejabat lingkup Pemkot Bitung. (*/ven)
