Notification

×

Iklan

Peringati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia 2026, Gubernur Yulius Pimpin Aksi Bersih-bersih Pantai Malalayang

Friday, June 5, 2026 | 17:33 WIB Last Updated 2026-06-05T09:33:01Z
Aksi bersih-bersih di Kawasan Manado Beach Walk, Pantai Malalayang, Jumat (5/6). Foto: Istimewa


MANADO, Komentar.co -
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026 dengan menggelar apel bersama dan aksi bersih-bersih pantai di kawasan Manado Beach Walk, Pantai Malalayang, Jumat (5/6/2026) pagi.

Aksi nyata ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, didampingi Wakil Gubernur Victor Mailangkay.

Kegiatan ini melibatkan unsur Forkopimda, personel TNI-Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, serta warga setempat untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam.

Gubernur Yulius Selvanus pada kesempatan itu menegaskan bahwa tantangan pengelolaan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendirian.

Ia menekankan pentingnya sinergi dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat untuk merawat ruang hidup yang menjadi aset berharga daerah.

"Kesadaran menjaga lingkungan harus menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas lingkungan yang diwariskan kepada generasi mendatang," ujar Gubernur Yulius.

Dirinya juga mengingatkan bahwa perubahan ekologis yang besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil di lingkungan keluarga. Beberapa di antaranya meliputi disiplin membuang sampah pada tempatnya, memangkas penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga kebersihan lingkungan terdekat.Pemilihan Pantai Malalayang sebagai pusat gerakan dinilai sangat strategis.

Kawasan pesisir ini merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Manado yang padat pengunjung setiap harinya, sehingga rentan terhadap penumpukan sampah.Pantauan di lokasi menunjukkan, usai pelaksanaan apel, ribuan peserta langsung menyebar di sepanjang garis pantai untuk memungut sampah.

Limbah yang ditemukan kemudian dikumpulkan dan dipilah guna mencegah pencemaran lebih lanjut pada ekosistem pesisir serta biota laut.

Gubernur Yulius menambahkan, keindahan laut dan pantai Sulut merupakan kekayaan alam yang wajib diproteksi bersama.

"Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan pemicu lahirnya gerakan pelestarian yang konsisten dan berkelanjutan," kuncinya.

Melalui agenda ini, Pemprov Sulut kembali memperkuat komitmennya dalam program pembangunan hijau berbasis gotong royong.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu membawa Sulawesi Utara tumbuh sebagai wilayah yang bersih, asri, nyaman dan berkelanjutan bagi generasi masa depan. (*/ven)



×
Berita Terbaru Update