Sulut,- Pasca terjadinya aksi penolakan oleh sejumlah Ormas Adat di Sulut terhadap kedatangan habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith dan Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman Al-athos di Kota Manado beberapa waktu lalu, Gubernur provinsi Sulawesi Utara, Olly Dondokambey menegaskan suasana keamanan di Provinsi Sulawesi Utara, khususnya kota Manado saat ini tetap berlangsung aman dan kondusif.
“Jadi semua sudah kondusif, Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB) dan Ormas sudah datang, saya kira ada mis-komunikasi sehingga ada hal yang seperti kita lihat kemarin bagaimana. Namun puji Tuhan semua berjalan dengan baik, sehingga tidak terjadi apa-apa,” terang Olly kepada sejumlah wartawan, Rabu (17/10/2018) di Kantor Gubernur Sulut.
Menurutnya, guna menghindari kesalahpahaman, hendaknya setiap agenda yang akan dilaksanakan di lingkup daerah Sulawesi Utara dapat di koordinasikan bersama Badan Kerja Sama Umat Beragama (BKSUA).
“Artinya hal-hal seperti itu kita bicarakan didalam pertemuan dengan BKSUA. Supaya tidak ada salah pengertian dalam kegiatan keagamaan di Sulut”, ujarnya.
Dirinya menambahkan masyarakat Sulawesi Utara sama sekali taidak menolak Ulama karena masyarakat Sulut cinta damai.
“Mereka bukan menolak Habib datang di Sulut, saya kira tidak ada yang menolak seperti itu. Karena banyak ulama-ulama yang datang disini, namun yang mereka inginkan jangan ada yang memprovokasi sehingga bisa terjadi perpecahan di Sulut”, terang Olly.
Dijelaskannya, menjaga keamaan di Sulut merupakan tugas kita bersama, tugas setiap lapisan masyarakat yang ada di bumi Nyiur Melambai. Masyarakat jangan mudah terpancing dengan berita Hoax yang sengaja disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab yang ingin merusak kerukunan masyarakat Sulut.
“Teliti dengan baik semua informasi yang tersebar. Menjaga Keamanan bukan hanya tugas pemerintah dan aparat, tetapi semua. masyarakat juga harus turut menjaga keamanan. Media juga diminta memberitakan agar lebih menyejukkan, menyampaikan realitas di Sulut”, kuncinya.
Diketahui sebelumnya terjadi aksi penolakan yang dilakukan sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Adat di Sulut, Senin (15/10/2018) atas kedatangan habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith dan Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman Al-athos ke kota Manado untuk menghadiri tabligh akbar dan Haul Albar ke 7 Al Habib Ali bin Abdurahman bin Smith. Tetapi pemerintah bersama aparat langsung melakukan mediasi antara perwakilan Ormas untuk berdialog langsung dengan kedua ulama sehingga kehadiran dua tokoh pentolan pada aksi 212 ini dapat diterima dan menghadiri tabligh akbar dan Haul Albar ke 7 Al Habib Ali bin Abdurahman bin Smith setelah itu keduanya kembali ke Jakarta pada keesokan harinya. (ven)
“Jadi semua sudah kondusif, Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB) dan Ormas sudah datang, saya kira ada mis-komunikasi sehingga ada hal yang seperti kita lihat kemarin bagaimana. Namun puji Tuhan semua berjalan dengan baik, sehingga tidak terjadi apa-apa,” terang Olly kepada sejumlah wartawan, Rabu (17/10/2018) di Kantor Gubernur Sulut.
Menurutnya, guna menghindari kesalahpahaman, hendaknya setiap agenda yang akan dilaksanakan di lingkup daerah Sulawesi Utara dapat di koordinasikan bersama Badan Kerja Sama Umat Beragama (BKSUA).
“Artinya hal-hal seperti itu kita bicarakan didalam pertemuan dengan BKSUA. Supaya tidak ada salah pengertian dalam kegiatan keagamaan di Sulut”, ujarnya.
Dirinya menambahkan masyarakat Sulawesi Utara sama sekali taidak menolak Ulama karena masyarakat Sulut cinta damai.
“Mereka bukan menolak Habib datang di Sulut, saya kira tidak ada yang menolak seperti itu. Karena banyak ulama-ulama yang datang disini, namun yang mereka inginkan jangan ada yang memprovokasi sehingga bisa terjadi perpecahan di Sulut”, terang Olly.
Dijelaskannya, menjaga keamaan di Sulut merupakan tugas kita bersama, tugas setiap lapisan masyarakat yang ada di bumi Nyiur Melambai. Masyarakat jangan mudah terpancing dengan berita Hoax yang sengaja disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab yang ingin merusak kerukunan masyarakat Sulut.
“Teliti dengan baik semua informasi yang tersebar. Menjaga Keamanan bukan hanya tugas pemerintah dan aparat, tetapi semua. masyarakat juga harus turut menjaga keamanan. Media juga diminta memberitakan agar lebih menyejukkan, menyampaikan realitas di Sulut”, kuncinya.
Diketahui sebelumnya terjadi aksi penolakan yang dilakukan sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Adat di Sulut, Senin (15/10/2018) atas kedatangan habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith dan Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman Al-athos ke kota Manado untuk menghadiri tabligh akbar dan Haul Albar ke 7 Al Habib Ali bin Abdurahman bin Smith. Tetapi pemerintah bersama aparat langsung melakukan mediasi antara perwakilan Ormas untuk berdialog langsung dengan kedua ulama sehingga kehadiran dua tokoh pentolan pada aksi 212 ini dapat diterima dan menghadiri tabligh akbar dan Haul Albar ke 7 Al Habib Ali bin Abdurahman bin Smith setelah itu keduanya kembali ke Jakarta pada keesokan harinya. (ven)
