Sulut,- Rapat Nasional Badan Kerja Sama (BKS) Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia diharapkan bisa menjawab isu-isu strategis nasional, menyikapi isu-isu yang berkembang di masyarakat, utamanya, bagaimana mempersiapkan lulusan Fakultas Hukum yang berkualitas seiring era revolusi industri 4.0.
Hal itu disampaikan Dekan Fakuktas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Dr Flora Kalalo, SH MH pada pembukaan kegiatan yang dihadiri Dekan Fakultas Hukum PTN se-Indonesia, di Mercure Hotel, Kabupaten Minahasa, Sabtu (16/03/2019).
Pada Rapat Nasional yang digelar tiga hari, 15-17 Maret 2019 ini membahas Revitalisasi Kurikulum Pendidikan Tinggi Hukum Menuju Revolusi Industri 4.0 dan Penguatan Jaringan Kerjasama Luar Negeri.
“Teknologi dan kemajuan masyarakat mengalami perkembangan yang demikian pesat khususnya memasuki era revolusi industri 4.0. Kami berharap melalui forum ini akan mendapatkan masukan dan pokok-pokok pikiran dari para narasumber untuk mempresentasikannya, sehingga menghasilkan peningkatan mutu dan kualitas kurikulum pendidikan,” Kata Kalalo.
Ditempat yang sama, Ketua BKS Dekan Fakultas Hukum Negeri se Indonesia, Prof Dr Farida Patittingi SH MHum mengatakan bahwa forum rapat nasional memberikan perhatian khusus pada perkembangan isu-isu strategis berkaitan dengan kemajuan teknologi yang secara langsung mempengaruhi keberadaan hukum di Indonesia dan berikut metode pendidikan hukumnya.
“Apa yang harus dipersiapkan oleh lembaga pendidikan hukum untuk memberikan atau mempersiapkan lulusan memasuki era revolusi industri 4.0. ? Bagaimana meng-create kurikulum sebagai respon perkembangan masyarakat? Apa yang menjadi rekomendasi, serta apa yang akan kita bahas, berikut bagaimana mempersiapkan masyarakat, terlebih lulusan perguruan tinggi hukum ketika memasuki dunia kerja?,” ujar Prof Patittingi.
Dirinya menambahkan, saat ini ada 3 jenis program studi S, yakni hukum, hukum bisnis dan hukum syariah. Sedangkan level S2 ada 10 program studi.
“Tujuan kita ada di tempat ini untuk saling memperkuat PT di Indonesia. Kiranya para dekan dapat membahas kurikulum untuk penguatan kualitas pendidikan,” pesan Patittingi kepada peserta.
Turut hadir pada kegiatan ini, Rektor Bidang Akademik Unsrat Prof Dr Ir Grevo Gerung MSc, Kejaksaan agung, Direktur Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). (*/ven)
Hal itu disampaikan Dekan Fakuktas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Dr Flora Kalalo, SH MH pada pembukaan kegiatan yang dihadiri Dekan Fakultas Hukum PTN se-Indonesia, di Mercure Hotel, Kabupaten Minahasa, Sabtu (16/03/2019).
Pada Rapat Nasional yang digelar tiga hari, 15-17 Maret 2019 ini membahas Revitalisasi Kurikulum Pendidikan Tinggi Hukum Menuju Revolusi Industri 4.0 dan Penguatan Jaringan Kerjasama Luar Negeri.
Ditempat yang sama, Ketua BKS Dekan Fakultas Hukum Negeri se Indonesia, Prof Dr Farida Patittingi SH MHum mengatakan bahwa forum rapat nasional memberikan perhatian khusus pada perkembangan isu-isu strategis berkaitan dengan kemajuan teknologi yang secara langsung mempengaruhi keberadaan hukum di Indonesia dan berikut metode pendidikan hukumnya.
“Apa yang harus dipersiapkan oleh lembaga pendidikan hukum untuk memberikan atau mempersiapkan lulusan memasuki era revolusi industri 4.0. ? Bagaimana meng-create kurikulum sebagai respon perkembangan masyarakat? Apa yang menjadi rekomendasi, serta apa yang akan kita bahas, berikut bagaimana mempersiapkan masyarakat, terlebih lulusan perguruan tinggi hukum ketika memasuki dunia kerja?,” ujar Prof Patittingi.
“Tujuan kita ada di tempat ini untuk saling memperkuat PT di Indonesia. Kiranya para dekan dapat membahas kurikulum untuk penguatan kualitas pendidikan,” pesan Patittingi kepada peserta.
Turut hadir pada kegiatan ini, Rektor Bidang Akademik Unsrat Prof Dr Ir Grevo Gerung MSc, Kejaksaan agung, Direktur Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). (*/ven)


