![]() |
| Kim Gery Tawaang (KGT), Calon Hukum Tua Watulaney Amian. Foto: Istimewa |
MINAHASA, Komentar.co - Peta persaingan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) serentak di Kabupaten Minahasa tahun 2026 kian menarik.
Salah satu sosok yang menjadi sorotan adalah Kim Gery Tawaang (KGT), jurnalis senior Sulawesi Utara (Sulut) yang secara resmi menyatakan diri bertarung dalam kontestasi memperebutkan kursi Hukum Tua (Kumtua=Kepala Desa) Watulaney Amian, Kecamatan Lembean Timur.
Pria yang akrab disapa KGT ini bukanlah wajah baru di dunia informasi Bumi Nyiur Melambai. Alumnus Universitas Negeri Manado (Unima) tersebut memiliki rekam jejak panjang di dunia pers.
Ia memulai karier jurnalistiknya pada tahun 2012 di koran terbesar Sulawesi Utara, Manado Post, yang kala itu berada di bawah naungan jaringan Jawa Pos (JPNN).
Dua tahun berselang, Kim melebarkan sayap dengan bergabung ke raksasa media nasional, MNC Group milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo. Di sana, ia menjadi bagian dari tim yang membesarkan Koran SINDO Manado sejak 2014.
Selama belasan tahun bergelut di dunia jurnalistik, Kim dikenal memiliki kompetensi luas, mulai dari peliputan di lingkup Pemerintah Provinsi Sulut, Polda Sulut, hingga DPRD Provinsi dan Kota Manado.
Pengalaman lapangan ini memberikannya pemahaman mendalam mengenai tata kelola pemerintahan, hukum, ekonomi, dan dinamika kemasyarakatan.Keputusannya untuk "pulang kampung" dan mencalonkan diri sebagai pemimpin desa didasari oleh panggilan moral untuk membangun tanah kelahirannya.
"Tujuan utama saya adalah pengabdian. Saya ingin menjadikan desa kelahiran saya, tempat orang tua saya tinggal, menjadi desa yang Maju, Adil, Sejahtera, dan Berprestasi," ujar Kim saat diwawancarai, Rabu (6/5/2024).
Salah satu terobosan konkret yang ditawarkan KGT jika terpilih adalah perbaikan infrastruktur pelayanan publik.
Ia berjanji akan menghibahkan lahan pribadi miliknya untuk pembangunan Kantor Desa yang representatif demi meningkatkan kualitas pelayanan bagi warga.
"Saya ingin mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance). Kehadiran Kantor Desa yang tetap adalah langkah awal untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.
Selain aspek birokrasi, Kim yang juga aktif dalam kegiatan olahraga wartawan di tingkat nasional ini berencana menghidupkan kembali semangat sportivitas melalui bidang olahraga.
Dirinya juga menekankan akan pentingnya kolaborasi dengan tokoh agama guna memperkuat nilai-nilai religiusitas warga, terutama generasi muda, agar terhindar dari dampak negatif perkembangan zaman.
Terkait tensi politik di Desa Watulaney Amian, Kim bersikap dewasa. Ia mengaku tetap menjaga komunikasi yang harmonis dengan para rivalnya.
Dirinya pun mengimbau kepada seluruh pendukungnya untuk mengedepankan etika dalam berkampanye.
"Persaingan dalam Pilhut adalah hal yang lumrah dalam demokrasi. Saya selalu ingatkan pendukung untuk sportif dan menjauhi black campaign atau kampanye hitam. Mari kita adu gagasan untuk kemajuan desa," tutup mantan jurnalis yang dikenal memiliki jejaring luas dengan berbagai tokoh penting di Sulawesi Utara tersebut.(Roni)


