Minahasa,- Menanggapi pemberitaan sebelumnya tentang penembakan pada tersangka AM (17) dugaan kasus pembunuhan siswa SMKN 3 Tondano Santo Sumampouw (18) yang ditemukan di Pantai Kora Kora, Jumat (15/03/2019) ditepis pihak Satreskrim Polres Minahasa.
"Personil Tim buser kami terlatih, dan penangkapan murni penyergapan dan tidak mengeluarkan timah panas atau menggunakan senjata api," kata Kapolres minahasa AKBP Deni Irawan Situmorang, SIK pada sejumlah wartawan saat konferensi pers di Polres Minahasa, Jumat (22/03/2019).
Dijelaskan Kapolres, kronologi penemuan jasad Santo warga Kelurahan Tataaran Dua yang sempat menghebohkan warga beberapa hari lalu diduga melibatkan 2 (dua) orang yaitu tersangka AM (18) dan ST (18).
Berawal tersangka yang tersinggung dan sakit hari karena korban sempat menghina pacar ST. Kemudian AM dan ST mengajak korban ke pantai, Rabu (13/03/2019) pukul 13.00 Wita dengan menggunakan mobil avansa berwarna hitam bernomor polisi DB 1217 AP.
“Diduga dalam melakukan aksinya kedua tersangka dibawah pengaruh minuman keras (miras) yang dikomsumsi dengan obat komix,” ungkap Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Moehamad Fadly,SIK.
Sementara, Kasat Reskrim AKP Fadly menambahkan, saat korban jatuh, AM sempat mundur dari posisinya berdiri, lalu menggapai korban yang terkapar.
“Sambil setengah jongkok AM kembali menghujam perut korban dengan beberapa tikaman hingga meninggal dunia kemudian dibuang di tepi hilir pantai”, terang Kasat Fadly.
Atas insiden tersebut kedua tersangka dijerat dengan pasal 340 subsidaer 338 junto 5556 KUHP.
"Pelaku terancam hukuman dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun maksimal seumur hidup atau hukuman mati," ujarnya.
Terpisah Kepala Sekolah SMKN3 Tondano, Verico Emma Kumakou, Spd ketika ditemui komentar.co mengaku kaget dengan insiden tersebut yang mereka tau korban Santo merupakan anak yang rama terhadap guru dan teman teman sekelasnya.
"Kami pihak sekolah tersontak kaget saat mendengar kejadian tersebut mendengar hal itu kami guru guru dan murid langsung menuju ke rumah korban," katanya.
Lanjutnya, atas kejadian tersebut, pihak sekolah menghimbau agar para siswa –siswinya agar menjaga pergaulan
.
"Tolong jaga kebersamaan jaga sikap terutama dalam berbicara jangan sampai ada ketersinggungan," pesanya. (baim)
