Notification

×

Iklan

Bawaslu Minut Sambangi 7 Desa Pesisir dan Kepulauan

Wednesday, March 11, 2020 | 23:25 WIB Last Updated 2020-04-06T15:28:07Z
Pengawasan Partisipatif Masyarakat

Minahasa Utara,- Untuk menciptakan Pilkada Minut 2020 yang berkualitas, Bawaslu Minut melalui Divisi Pengawasan melakukan trip menyusuri tujuh desa yang ada di pulau Nain dan Mantehage Kecamatan Wori, guna mensosialisasikan pengawasan partisipatif pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta pemilihan bupati dan wakil bupati Minut 2020 pada masyarakat pesisir dan kepulauan, Selasa (10/3/2020).

Bersama dengan seluruh Panwascam dan staf pengawasan, rombongan yang dipimpin Koordinator Divisi (Kordiv) Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Rahman Ismail SH, membelah lautan luas dan teriknya panas matahari, dengan satu tujuan pasti terciptanya Pilkada Minut yang berkualitas, berintegritas, dan bermartabat.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Rahman Ismail, SH mengajak masyarakat ikut berperan mengawasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 23 September 2020.

“Partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih penting, tapi tidak kalah penting juga keterlibatan masyarakat dalam mengawasinya,” tandas Ismail, dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minut 2020 pada masyarakat pesisir dan kepulauan.

Rahman menjelaskan, partisipasi masyarakat sangat penting dalam mengawasi Pilkada Minut untuk menciptakan pemilihan kepala daerah yang demokratis. Dengan adanya pengawasan oleh warga, maka harapan terpilih pemimpin amanah dan berkualitas dapat terwujud.

“Keterlibatan masyarakat dalam membantu Bawaslu Minut melakukan pengawasan sangat diperlukan. Sehingga suatu kewajiban bagi kami turun ke masyarakat khususnya kepulauan dan pesisir guna memberi pengetahuan dan keterampilan pengawasan Pilkada, sehingga tercipta pemahaman untuk menyukseskan pesta demokrasi di Pilkada 2020 ini,” tuturnya.

Pilkada merupakan pesta rakyat, sehingga sudah barang tentu rakyat juga harus turut dilibatkan untuk menjaga setiap proses pellaksanaan Pilkada.

“Masyarakat harus ikut mengawal mulai dari proses awal pemilihan. Sehingga saya berharap, harus ada sinergitas yang dibangun antara pengawas Pemilu, stakeholder dan masyarakat,” tutup Ismail sembari menambahkan kedatangan mereka disambut baik masyarakat dan pemerintah setempat. (Baker)



×
Berita Terbaru Update