Notification

×

Iklan

Wabah Virus HIV/AIDS Ancam Talaud

Thursday, March 12, 2020 | 16:15 WIB Last Updated 2020-03-13T12:36:07Z
Pemkab Akan Gelontorkan Dana Pencegahan dan Pengobatan

Talaud,- Sesuai data valid Pemerintah Kabupaten Talaud melalui Dinas Kesehatan, bahwa sejak Tahun 2015 pasien yang terjangkit penyakit mematikan virus HIV/AIDS mencapai 52 orang dan meninggal sebanyak 11 orang.

Dengan data tersebut, Bupati Talaud, Dr Elly Engelbert Lasut, ME mengumumkan secara resmi kepada publik bahwa keadaan ini merupakan "Kejadian Luar Biasa".

"Dengan cakupan 52 orang pasien yang terjangkit virus HIV/AIDS, saya mengatakan itu sudah Kejadian Luar Biasa," tegas E2L kepada media ini.

Menurutnya, sangat diharapkan masyarakat juga harus menjadi bagian mensosialisasikan penyebaran virus HIV. Contohnya, jika melihat ada warga yang baru keluar dari daerah endemik, dimana luas tingkat penyebarannya, berusahalah untuk mencegah dengan pakai kondom kalau berhubungan.

Kita ingatkan khususnya di lingkungan ASN di pemkab Talaud, terus ada yang terinfeksi virus tersebut. Ambil langkah sesuai protap dan standar nasional. 

"Kita tidak bisa lagi bermain-main lagi dengan HIV/AIDS itu, atau menutupinya dengan keadaan Talaud yang sudah banyak terinfeksi," tegasnya.

"Sudara musti tau, sudah hampir 80 orang yang terinfeksi HIV/AIDS itu. 52 saat ini yang terindikasi dan tercatat," ucap E2L," sambungnya lagi.

Lanjut dia, jika ikut prediksi badan kesehatan dunia, WHO, itu dikali 150.

"Berarti potensi terinfeksi itu hampir 1.750 orang. Sehingga mulai sekarang kita jangan main-main lagi," tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan, Dr Kerry Monangin mengatakan pencegahan virus HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Talaud, dibutuhkan sosialisasi secara intens kepada masyarakat, dengan melibatkan tokoh agama, adat, dan tokoh masyarakat.

Selain itu pihaknya juga akan mengagendakan kegiatan Screaming atau pemeriksaan terhadap para pejabat dan seluruh Aparatur Sipil Negara(ASN) di Talaud sehingga akan bisa dideteksi penyebaran virus tersebut.

"Jadi dalam pencegahan virus HIV/AIDS di Talaud, kami sudah mensosialisasi disejumlah wilayah," ujar Monangin.

Lanjutnya, proses perawatan, kami sudah ada dokter khusus yang sudah dilatih dalam menangani pasien terkena HIV/AIDS dan sekaligus cara mencegah adanya penularan.

"Dokter ini sudah tersebar dibeberapa Puskesmas di daerah," ujarnya.

Namun demikian, pihaknya masih terkendala anggaran dalam melaksanakan semua kegiatan menyangkut sosialisasi dan pencegahan maupun pengobatan virus tersebut.

"Dalam proses pengobatan dan pencegahan virus ini dibutuhkan Ratusan Juta Rupiah. Karena dalam melakukan screaming dibutuhkan sejumlah peralatan yang harus disediakan. Selain itu, juga dibutuhkan beberapa obat anti virus dan stok alat pemerikasaan HIV/AIDS," urai Monangin. (Man)




×
Berita Terbaru Update