Minahasa Utara,- Pandemi Covid-19 yang telah melumpuhkan sebagian besar negara-negara di dunia sehingga pemerintah terpaksa memutuskan agar rakyat berdiam dirumah saja, mulai membuat para kaum menengah kebawah resah.
Di Kabupaten Minahasa Utara, khususnya Desa Pinenek Kecamatan Likupang Timur pun terjadi instrumen serupa. Demi memutus benang merah penyebaran virus corona, kecamstsn maupun pemerintah desa terpaksa mengambil sikap tegas, mengkarantina masyarakatnya.
Menyikapi hal itu, C'rizt Luntungan Wakil Panglima Besar LSM Waraney Puser In Tana Toar Lumimuut Dewan Pengurus Besar (Wapangbes LSM WPITTL DPB Sulut), berkordinasi dengan WPITTL DPD Minut dari Dewan Pengurus DPC Likupang Timur (Liktim), menggelar kegiatan bagi-bagi beras dan masker kepada warga yang kurang mampu dan para lansia.
"Selagi masih bisa berbuat untuk bantu sesama, kenapa tidak," ujar C'rizt Luntungan yang didampingi Ketua WPITTL DPC Kecamatan Likupang Timur Stenly Sigar, Dombo Wenas selaku Sekertaris Anton Wenreh Panglima, dan Alvi sigar Anggota.
Menurut Stelny Sigar Ketua WPITTL, kendati bantuan kemanusiaan ini tidak seberapa, namun makna yang terkandung didalamnya, sangat besar.
"Disaat warga butuh dan bantuan seperti ini tiba ditangan mereka, itulah makna yang tepat sasaran," katanya.
Dari hasil survey LSM WPITTL Liktim, berdasarkan data, ada sekitar 25 Kk warga kurang mampu dan lansia.
"Kali ini sasaran kita adalah warga kurang mampu dan lansia khusus di Desa Pinenek, ada 25 kepala keluarga," urai Sigar.
Setelah ke-25 sasaran menerima bantuan bahan pokok (bapok) dan APD, WPTTL menghimbau masyarakat setempat untuk menjaga jarak antar satu sama lain.
"Menjaga jarak, jaga stamina, jaga keluarga sendiri darikontak body dengan orang lain, berarti kita sudah menolong pemerintah meringankan kinerja mereka. Kami berharap, bagi saudara/i yang punya kelebihan ekonomi, mari berbagi dengan sesama, baik lewat kami LSM WPITTL, maupun antar sendiri. Ingat, virus corona harus dilawan secara bersama-sama," tutup Sekretaris WPITTL, Dombo Wenas. (Baker)
Di Kabupaten Minahasa Utara, khususnya Desa Pinenek Kecamatan Likupang Timur pun terjadi instrumen serupa. Demi memutus benang merah penyebaran virus corona, kecamstsn maupun pemerintah desa terpaksa mengambil sikap tegas, mengkarantina masyarakatnya.
Menyikapi hal itu, C'rizt Luntungan Wakil Panglima Besar LSM Waraney Puser In Tana Toar Lumimuut Dewan Pengurus Besar (Wapangbes LSM WPITTL DPB Sulut), berkordinasi dengan WPITTL DPD Minut dari Dewan Pengurus DPC Likupang Timur (Liktim), menggelar kegiatan bagi-bagi beras dan masker kepada warga yang kurang mampu dan para lansia.
"Selagi masih bisa berbuat untuk bantu sesama, kenapa tidak," ujar C'rizt Luntungan yang didampingi Ketua WPITTL DPC Kecamatan Likupang Timur Stenly Sigar, Dombo Wenas selaku Sekertaris Anton Wenreh Panglima, dan Alvi sigar Anggota.
Menurut Stelny Sigar Ketua WPITTL, kendati bantuan kemanusiaan ini tidak seberapa, namun makna yang terkandung didalamnya, sangat besar.
"Disaat warga butuh dan bantuan seperti ini tiba ditangan mereka, itulah makna yang tepat sasaran," katanya.
Dari hasil survey LSM WPITTL Liktim, berdasarkan data, ada sekitar 25 Kk warga kurang mampu dan lansia.
"Kali ini sasaran kita adalah warga kurang mampu dan lansia khusus di Desa Pinenek, ada 25 kepala keluarga," urai Sigar.
Setelah ke-25 sasaran menerima bantuan bahan pokok (bapok) dan APD, WPTTL menghimbau masyarakat setempat untuk menjaga jarak antar satu sama lain.
"Menjaga jarak, jaga stamina, jaga keluarga sendiri darikontak body dengan orang lain, berarti kita sudah menolong pemerintah meringankan kinerja mereka. Kami berharap, bagi saudara/i yang punya kelebihan ekonomi, mari berbagi dengan sesama, baik lewat kami LSM WPITTL, maupun antar sendiri. Ingat, virus corona harus dilawan secara bersama-sama," tutup Sekretaris WPITTL, Dombo Wenas. (Baker)


