Notification

×

Iklan

Pasien Tewas Virus Corona Asal Wusa Dimakamkan, Terungkap Kasatgas Covid-19 Dan Diskes "Lemah"

Saturday, April 11, 2020 | 09:17 WIB Last Updated 2020-04-11T13:26:51Z
GMBI Sulut Siap Jadi Relawan Covid-19

Minahasa Utara,- Meninggalnya wanita Nonce Wollah (56), warga Desa Wusa, Jaga 1 Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (10/04/2020) yang sebelum dimakamkan sempat terjadi penolakan oleh warga ternyata meninggalkan kisah memprihatinkan.

Almarhumah yang akhirnya dimakamkan dengan prosedur pemakaman jenazah positif corona dikampung halamannya sendiri, telah menggores catatan peristiwa yang membekas, sehingga wajib dijadikan pengalaman semua pihak, termasuk pemerintah.

Pasalnya, koordinasi yang "lemah" antara pihak RSUP Prof Kandow, Dinas Kesehatan Provinsi Sulut serta Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara, telah memicu ketegangan warga setempat di Desa Wusa.
"Waktu pemakaman molor sekitar 2 jam, menunggu kedatangan Kasatgas Covid-19, Steven Dandel dan Kabid Kesehatan Minut dr Like yang sebelumnya tidak satu orangpun yang hadir disitu," tutur Kapolsek Dimembe, AKP Deky Demus kaget, Jumat (10/04/2020).

Lanjutnya, Kasatgas Covid-19 memang ada yang membawa APD, namun tidak ada yang akan menggunakan APD untuk memakamkan jenazah.

"Siapa yang mau pakai APD-nya, utusan dari Diskes Minut tidak ada, utusan dari Kasatgas Covid-19 tidak ada, dari relawan juga tidak ada. Lalu, bagaimana nasib jenasah ini," tukas Kapolsek Dimembe kesal karena warga mulai berdatangan dan suasana kian menegang.
Karena tidak menyediakan personel pemakaman, Kapolsek, Danramil dan Camat berinisiatif meminta relawan untuk lakukan pemakaman.

Di komando Kanit Reskrim Brigadir Jery Tumundo, Lakeng Rorimpandey (anak si pasien), Kepala Jaga 1 Bastian Pinontoan, sopir pembawa jenasah, proses pemakaman pun dilakukan.

"Jadi kami berempat (4) yang mengangkat, selanjutnya memakamkan jenasah ibu Nonce Wollah," beber Brigadir Jery Tumundo.

GMBI Siap Jadi Pengusung Jenasah Dan Relawan Penggali Kubur

Kasus ini pun mendapat perhatian khusus dari Lembaga Swadaya Masyarkat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia, Wilayah Teritorial Sulawesi Utara (LSM GMBI Wilter Sulut).
"Turut berduka cita atas meninggalnya pasien akibat Covid-19 di Minut. Untuk keluarga yang ditinggal, kami doakan agar diberi kekuatan, ketabahan dan penghiburan," sebut Ketua GMBI Wilter Sulut, Howard Hendrik Marius, Sabtu (11/04/2020).

Dari pantauan dilapangan, Howard menyebutkan, tidak dapat dipungkiri kalau Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, khususnya Dinas Kesehatan dan pihak Rumah Sakit Walanda Maramis dinilai belum siap dalam penanganan korban Covid-19 sampai keliang lahat.

"Untuk itu, kami siap untuk membantu pemerintah (Dinkes) dan RSUD menggali dan menguburkan jenazah terpapar Covid-19 tanpa dibayar," tukas dia.

Dirinya berharap untuk saat ini semua kalangan mengesampingkan masalah politik, apalagi dibalik semua kelalaian akan saling tuding membela diri.

"Mari kita saling bantu untuk menolong masyarakat atas perlindungan dan keselamatan masyarakat Sulut tanpa ada sekat Politik. Besok kami akan menyurati Bupati Minut tembusan Dinas Kesehatan Minut dengan perihal permohonan membantu pemerintah dalam menggali dan mengubur pasien Covid-19, khususnya di Minahasa Utara," sembur Marius.

Kendati demikan, pria yang dikenal vokal ini berharap semoga pasien terpapar corona di Desa Wusa ini adalah pasien terakhir covid-19 yang dikuburkan di Kabupaten Minahasa Utara, kedepan tidak ada lagi.

"Untuk Alat Pelindung Diri, bila dana penanganan Covid-12 sebesar 12M dari Pemkab Minahasa Utara sudah habis terpakai semua, GMBI siap luncurkan dana pribadi membeli sendiri kelengkapan APDnya," sindir Howard. (Baker)

×
Berita Terbaru Update