Notification

×

Iklan

Skandal Pembelian Sagu Di Sangihe Segera Mengarah Ke Ranah Hukum (II)

Wednesday, May 27, 2020 | 07:45 WIB Last Updated 2020-05-31T00:12:42Z
Wasty: Bupati Sangihe Sebaiknya Copot Oknum Kadis Naker


Sangihe,- Masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe dihebohkan degan pemberitaan online tentang Pembelian Sagu Dari Salah Satu Pengusaha Kecil yang disinyalir sarat dugaan konspirasi dari oknum kepala dinas tenaga kerja (Kadis Naker).

Kendati sudah diklarifikasi sebelumnya oleh Kadis Naker melalui media ini, namun siapa sangka kalau berita itu bukan menjadi akhir segalanya.

Pasalnya, masyarakat malah terus memperbincangkan tentang pemeblian Sagu dengan jumlah cukup besar dan ada ucapan terima kasih.

Padahal diketahui bersama, dana yang ada diperuntungkan untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan batuan dari pemerintah akibat dampak covid 19.

"Saat transaksi, pembelian sagu, terjadi polemik dimana oknum kadis diduga kuat meminta imbalan balas jasa pada oknum pengusaha sagu Karnius Lahea, nantinya akan disetor kepada pemerintah dengan mengukapkan 'ucapan terimah kasih'. Kemudian hal ini dibantah oleh oknum Kadis Naker bahwa dirinya tidak berharap seperti itu. Tapi bagaimana layaknya kita berterimah kasih dari petani serta penjual sagu mengalami kendala dalam pemasaran produk sagunya," kata sumber meniru ungkapan Kadis, Senin (25/05/2020).

Klarifikasi oknum Kepala Dinas Naker, mendapat tanggapan serius dan batahan terbalik dari Karnius Lahea, pengusaha sagu saat ketemu langsung LSM Koalisi Bersama Rakyat (KIBAR).

Pengusaha Sagu yang akrab dengan panggilan Opo Sem mengatakan keterangan yang disampaikan oknum Kadis tidak benar. 
Ia malah berkicau menuding oknum Kadis Naker melakukan pembohongan publik atas nama baik pengusaha Sagu.

"Saya merasa lucu dan malu dengan pernyataan oknum Kadis Naker mengaku bahwa pembelian sagu sebagai respon atas keluhan dari penjual. Pejual yang mana, terus terang dan jelas dong bicaranya. Jaganlah melakukan pembohongan publik. Yang benar katakan benar, tidk benar katakan tidak. Jangan megarang cerita agar kelak tak ada yang malu," tukas Krinius.

Sebagai pengusaha Sagu, lanjutnya, ia tidak pernah malu dan berharap di promosi agar usahanya laris manis.

"Tanpa Pak Kadis, usaha saya lancar. Malahan bupati memesan sagu kepada saya, bukan torang mengeluh," jelas Opo Sem geram.

Lebih jauh dikatakan Sem, pihaknya justeru jauh lebih rugi saat menjual sagu melalui oknum kadis naker.

"Bukan tahap satu dan tahap dua, malah so ba pesan sagu tahap 3, nda jadi ambe, padahal ada pesanan dari luar torang so terlanjur pending karena kadis so pesan. Mar sampai saat ini nda jadi ambe," tegas Krinius.

Pihaknya, dikatakan Kirinus, sudah dirugikan sehingga ia akan melaporkan oknum kadis naker kepihak hukum.

"Saya akan melapor ke aparat hukum," tandas Krinius Lahea.

Sementara Ketua LSM KIBAR melalui Sekretaris LSM KIBAR Sangihe Wasty Kemurahan yang sejak awal menilai ada keganjilan dalam prosedur jual-beli itu, langsung angkat bicara.


"Ini mutlak mencari kesempatan dalam kesempitan. Sudah tau masyarakat hanya bersandar pada penghasilan harian, apalagi di situasi akibat dampak covid-19 ini, tega-teganya kadis 'mencari keuntungan' apa lagi mengatasnamakan Pak Bupati," ujar Wasty.

Jadi, pihaknya berharap aparat Polres maupun Kejari menyeriusi kasus dugaan gratifikasi ini dapat dapat ditindak lajuti, bukan persoalan kecil atau besar jumlah nilai pemberiannya, tapi kesalahannya.

"Sebab menurut saya, saya tahu jelas himbauan tentang jangan main-main dengan anggaran Covid-19, karena sanksinya adalah hukuman mati bagi yang melanggar. Makanya saya minta pemerintah Kabupaten Sangihe untuk mencopot oknum kadis naker yang juga telah merusak nama Bupati Sangihe," tandas Wasty. (Yan)




×
Berita Terbaru Update