Notification

×

Iklan

Ampuh... Lawan Covid-19, Pasar Kauditan Kompak Usir Siapa Saja Yang Tak Pakai Masker

Sunday, May 3, 2020 | 13:53 WIB Last Updated 2020-05-03T07:00:52Z
Roman Gobel: Silahkan Berjual-beli, Tapi Siapa Tidak Pakai Masker, Silahkan Pulang dulu

Minahasa Utara,- Keputusan Bupati Minahasa Utara Dr (HC) Vonnie Aneke Panambunan melalui Direktur Utama PUD Klabat Estrella Tacoh mengenai pasar tak perlu ditutup saat pandemi covid-19 (virus corona) mengganas, direspon positif oleh masyarakat.

Diketahui, Kabupaten Minahasa Utara berada diantara 2 kota dan 2 kabupaten yaitu Kota Manado- Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa - kabupaten Sitaro).

Jika tanpa aktivitas pasar, masyarakat Minut akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari (isi dapur).
Namun jangan menilai kebijakan PUD Klabat tersebut salah. Pasalnya, sampai hari ini terbukti semua pasar di Minut justeru disiplin menerapkan protokol kesehatan bebas covid-19.

Dari sekian pasar yang aktif di Minut, Pasar Kauditan dilenal paling disiplin dan ketat dalam pengawasan aktivitas jual-beli.

"Saya kaget ditegur kepala pasar gara-gara lupa bawa masker. Awalnya sebagai orangtua, saya kurang terimanl ditegur apalagi pakai pengeras suara, tapi akhirnya saya harus akui bahwa tindakan itu sudah benar," kata Ibu Elsye M warga Desa Kauditan I.

Sejak pemerintah mewarning tentang kerawanan pandemi covid-19 terhadap aktivitas pasar, Pemkab Minut melalui PUD Klabat pun langsung action.

Sontak, Kepala Pasar Kauditan Roman Gobel  memerintahkan para mandor untuk bersikap tegas namun terukur. "Saat aktivitas pasar berlangsung, baik pedagang maupun pembeli wajib pakai masker. Malah awalnya kami wajibkan para penjual memakai haandscoon, tapi karna semua itu butih biaya, makan biarlah sesuai kemampuan masing-masing saja," ujar lelaki gondrong yang dikenal tegas namun santun itu.
Sikap tegas yang diambil Roman Gobel, sangat ampuh dan berhasil karena seluruh pedagang/penjual didalam pasar ternyata mendukung tindakan itu.

"Virus corona itu tidak terlihat oleh mata telanjang. Saat kita berada di keramaian seperti pasar, kita tidak tahu kapan dan siapa yang menjangkuti dan terjangkiti. Jadi, agar tidak ada resiko sekecil apapun, maka teguran keras berupa wajib masker, harus kami pertegas," tukas Roman.

Setiap hari pasar berlangsung, Roman tak lelah mengelilingi wilayah kewenangannya sambil memperingatkan agar semua yang beraktifitas untuk memakai masker.

"Silahkan berjual-beli, dengan mengenakan masker. Kami tetap menjaga dan mendukung aktivitas berniaga disini, namun setelah belanja, silahkan kembali krumah masing-masing, jangan lupa cuci tangan dan jagalah kebersihan agar kita semua selamat dari ancaman virus corona," kata Roman lewat pengeras suara yang dibawanya berkeliling pasar.
Tidak lama lagi umat Islam akan masuk pada Hari Raya Lebaran. Ditanya apakah ketersediaan sembako dan harga di Pasar Kauditan aman, menurut Roman, sampai saat ini semua ada dan terkendali.

"Sampai saat ini tidak ada kelangkaan sembako, harga terkontrol dengan ketat. Yang dapat menaik-turunkan harga hanya keputusannd dari pemerintah saja. Kalua secara perseorangan ada pedagang yang nakal dengan mematok harga mnjulang, pasti kami beri sanksi," tandas Roman. (Baker)



×
Berita Terbaru Update