Olly: Bahan-bahan yang terkumpul adalah hasil upaya rekan-rekan kami yang berkelebihan
MANADO, Komentar.co Ternyata budaya "mapalus" (kerja secara gotong royong red-) di tanah Malesung (Sulaeesi Utara), masih ada bahkan dipastikan tidak akan pernah lenyap dari muka bumi Sulawesi Utara ini.
Jika pada jaman para pendahulu kawanua (orang Sulut), melakukan mapalus hanya dalam kegiatan panen hasil perkebunan saja, kali ini banyak legiatan yang dilakukan secara Mapalus.Hal ini terangkat ke media, ketika sekelompok Ibu Rumah Tangga (IRT) melakukan bagi-bagi sembako bagi masyarakat yamg terdampak banjir bandang saat hujan deras melanda pada 19-23 Januari 2020 silam.
"Bahan-bahan yang terkumpul adalah hasil upaya rekan-rekan kami yang berkelebihan," jelas Olly Pola salah satu dari rombongan IRT itu.Kelompok wanita enerjik yang berkolaborasi dengan sebutan Alumni 1983 SMP Nasional Ranotana ini mengunjungi masyarakat yang terdampak bencana alam19-23.
"Hal ini sesuai kesepakatan kami di group WhatsApp dan media sosial Facebook, yang mana kami akan mengumpulkan uang tunai dan bahan sembako, untuk mrmbantu rekan-rekan alumni dan masyarakat sekitar yang tertimpa bencana pada 19-23 Januari 2020 silam," tutur Olly.
Untuk bantuan kali ini lanjut Olly, sasaran ada di dua wilayah, yakni daerah Winangun dan Karombasan.
"Kenapa kami membidik Winangun dan Karombasan, soalnya selain diwilayah itu cukup parah, teman-teman kami juga banyak didaerah tersebut," tukasnya. (Baker)


