Notification

×

Iklan

Iklan

Dituding Lecehkan Tim Satgas PPKM Desa Talawaan Ini Klarifilasi Ketua LPK RI DPD Sulut

Monday, July 19, 2021 | 12:36 WIB Last Updated 2021-07-19T21:31:57Z

MINUT, Komentar.co - Program pemerintah tentang PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Berskala Mikro) di tingkat desa dalam rangka menekan penyebarluasan Covid-19 saat ini dinilai sangat tepat dan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Hal ini diakui Stevy Sumampouw Ketua LPK RI DPD Sulut. Sumampouw mengklaim dirinya sangat mendukung program pemerintah tersebut.

"PPKM iu salah satu terobosan paling tepat yang dibuat pemerintah dalam mengatasi peningkatan pandemi Covid-19 akhir-akhir ini, namun masih butuh banyak sosialisasi agar tidak terjadi hal-hal tak di inginkan," papar Sumampouw, Minggu (18/07/2021) Via pesan singkat Whats-App.


Terkait pihaknya nyaris terjadi masalah dengan Tim PPKM Covid-19 Desa Talawaan Kabupaten Minahasa Utara di salah satu rumah warga Talawaan dan ia dituding telah melecehkan tim tersebut, Stevy tidak menampik.

"Benar saya lontarkan kata Preman, sebab saat itu kami telah mendapat perlakuan kurang nyaman. Contohnya saya ditunjuk-tunjuk, bahkan dada saya di dorong dengan kasar sehingga hampir jatuh terjengkang ke belakang," tuturnya.
Sesuai pengakuan Stevy, hari itu (Kamis malam kemarin, red), Tim LPK RI DPC Minut bukan sedang menggelar rapat, namun sedang melakukan mediasi antara warga dengan pihak lawan.

"Rumah itu adalah kantor LPK RI DPC Minut, yang kami pakai untuk memediasi antara seorang wanita warga setempat, dengan debt colector yang ngotot akan menyita barang kreditan dari warga, jadi kami bukan sedang rapat, namun sedang memediasi mereka," jelasnya.

Lanjutnya, jumlah mereka ada tujuh (7) orang, ditambah wanita dan dua debt colector, jadi hanya sekitar 10-11 orang saja.

"Saya juga baru tiba dan sementara minum kopi, jadi saya lepas masker saya. Tiba-tiba kami didatangi, langsung dibentak-bentak dan di marahi, bahkan salah satu diantara mereka langsung menunjuk muka saya dan mendorong dada saya dengan kasar disaksikan Pak Babinsa. Dan kami juga punya rekamannya," urai Sumampouw.

Sementara masalah yang diberitakan sebelumnya, seolah dirinya bersalah, Sumampouw berharap agar pihaknya diberikan hak jawab.

"Saya pribadi salut mereka bekerja penuh semangat. Ada api tentunya ada asap. Disamping telah terjadi miss komunikasi, sebaiknya tim harus diberi pemahaman matang, agar tidak ada arogansi dan sikap sewenang-wenang," harapnya.

Lanjut dia, jika Tim PPKM Desa Talawaan bersikap santun dan mau membangun komunikasi yang baik dengan pihaknya, sebenarnya tidak akan terjadi debat seperti semalam.

"Tim ini lengkap dengan Babinsa dan Babin Kamtibmas, apa tidak sebaiknya jika komunikasi baik-baik tanpa membentak dan mendorong dada saya. Kalau tim mengaku ada rekaman videonya, kami juga punya rekaman bahkan awal kedatangan tim. Jadi tolong diluruskan, saya bukan arogan dan tidak turut aturan, namun ada arogansi antara tim itu kepada kami," tandasnya. (Baker)



×
Berita Terbaru Update