Ibadah Syukur 1 Tahun Periode Kedua OD-SK
MINAHASA, Komentar.co - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD) dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (SK) terbilang 'Mesra' dan dinilai banyak kalangan sosok pemimpin teladan dalam sebagai kapasitas kepala daerah.
Pasalnya, diperiode kedua (2021-2026) ini, duo top eksekutif Sulut ini mampu menunjukan kekompakan dan singergitas dengan berbagai pihak. Alhasil, dalam kurun waktu 6 tahun (2016-2021) sejak kepemimpinan, tangan dingin OD-SK mampu 'Memoles Wajah' Bumi Nyiur Melambai dengan berbagai perubahan dan kemajuan yang semuanya itu bermuara pada kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Utara.
Kendati terbilang banyak capaian dan telah menuai beragam prestasi, namun memaknai satu tahun kepemimpinan di periode kedua, Olly-Steven menggelarnya dengan sederhana.
Diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin langusng Ketua Sinode GMIM, Pdt Hein Arina dan dihadiri sejumlah kepala daerah baik bupati/wali kota di Sulut, Forkopimda, pejabat Pemprov Sulut serta tokoh agama, di Tounsaru, Kabupaten Minahasa, Selasa (15/2/2022).
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly mengaku bersyukur karena dapat bekerja bersama rakyat hingga membuat Sulut banyak menuai prestasi.
“Capaian di Sulut saat ini merupakan andil dari banyak pihak. Buah dari sinergitas membuat Sulut banyak prestasi,” ungkapnya.
Ia mengaku senang karena kue satu tahun kepemimpinan OD-SK di periode kedua dihiasi berbagai macam ornamen.
“Kalau di politik bisa diartikan ditopang dari segala macam warna. Filosofinya, OD-SK ditopang banyak pihak hingga Sulut yang menjadi rumah kita bisa berdiri dan kokoh di puncak,” terangnya.
Gubernur berterima kasih banyak program kerja pemerintahan ditopang oleh Forkopimda, bupati/wali kota, tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua pihak lainnya.
“Pertumbuhan ekonomi naik, bukan karena gubernur tapi peran bupati/wali kota di kabupaten/kota,” ujarnya.
Dan yang terpenting, kata Olly, masyarakat ikut merasakan capaian yang diraih.
“Semua dapat kita rasakan dengan banyaknya pembangunan, masyarakat dapat lapangan pekerjaan,” tukasnya.
Ia mengakui menjadi pemimpin di masa pandemi Covid-19 perlu kerja ekstra.
“Memang tidak gampang jadi pemimpin di era Covid-19. Tapi kalau kita tekun, saya rasa tak ada mustahil bagi Tuhan,” tuturnya.
Gubernur menambahkan, menjadi pemimpin tentunya harus memberi motivasi, contoh dan teladan.
“Sehingga apa yang kita lakukan bisa dijalankan dengan baik,” pungkasnya sembari meminta kepada bupati dan wakil bupati maupun wali lota dan wakil wali kota di Sulut tetap awet, mengikut dirinya bersama Wagub Steven Kandouw yang terus kompak hingga sama-sama berada di periode kedua kepemimpinan. (*/ven)