Notification

×

Iklan

Gubernur Yulius Buka Mubeslub GPdI 2025, Tegaskan Sinergi Gereja dan Pemerintah

Monday, September 8, 2025 | 23:49 WIB Last Updated 2025-09-08T15:49:18Z
Gubernur provinsi Sulawesi Utara, Yulius Selvanus saat menyambpaikan sambutan pada pembukaan Musbeslub GPdI 2025. Foto: Istimewa


MANADO, Komentar.co
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus dengan penuh kharisma menghadiri sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) 2025 yang digelar di Manado, Senin (08/09/2025).

Gelaran rohani akbar yang dihadiri ratusan hamba Tuhan, tokoh gereja, dan jemaat dari berbagai daerah bahkan mancanegara ini berlangsung penuh khidmat dan sukacita.

Mubeslub GPdI 2025 menghadirkan nuansa sakral sebagai wadah menyatukan visi pelayanan, memperkuat organisasi sekaligus meneguhkan kontribusi GPdI dalam kehidupan sosial, bangsa dan negara.

Gubernur Yulius pada kesempatan itu memberikan apresiasi tinggi atas kiprah GPdI yang tak hanya menjaga api iman, tetapi juga konsisten memberi sumbangsih nyata bagi pembangunan moral dan sosial masyarakat.

“GPdI adalah salah satu pilar rohani kokoh di Sulawesi Utara. Gereja hadir bukan hanya menuntun umat kepada Tuhan, tetapi juga menyalakan semangat kebangsaan, mempererat persatuan, serta memberi kontribusi nyata bagi pembangunan," kata Gubernur Yulius.

"Saya yakin, Mubeslub ini akan melahirkan keputusan besar demi kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan jemaat,” sambungnya.

Gubernur Yulius menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bersinergi dengan gereja dan lembaga keagamaan dalam menanamkan nilai-nilai moral, membentuk karakter generasi muda.

"Juga menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman Sulut," pungkasnya.

Diketahui, Mubeslub kali ini dihadiri lebih dari 300 gembala GPdI, termasuk peserta dari luar negeri. Kehadiran mereka di Sulawesi Utara dipandang sebagai anugerah yang memperkaya arah dan keputusan strategis gereja.

Acara pembukaan berlangsung penuh sukacita, ditandai dengan doa bersama, puji-pujian, dan semangat persaudaraan yang menyatukan semua peserta dalam satu tekad: membangun gereja, masyarakat, dan bangsa dengan kasih serta pengabdian.

Mubeslub GPdI 2025 pun dimaknai lebih dari sekadar forum organisasi. Ia menjadi simbol kebangkitan rohani, momentum memperkokoh kesatuan, sekaligus panggilan luhur untuk terus memberi terang di tengah dunia. (*/ven)




×
Berita Terbaru Update