![]() |
| Foto: Istimewa |
JAKARTA, Komentar.co - Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, melakukan gerak cepat dalam memperjuangkan percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan.
Didampingi sejumlah pejabat daerah, Bupati Thungari menggelar rangkaian audiensi strategis dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta pada Jumat (27/2/2026).
Fokus utama kunjungan kerja (Kunker) ini adalah pengusulan kelanjutan pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Membara serta peningkatan aksesibilitas jalan di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Filipina tersebut.
Dalam pertemuannya dengan Asisten Deputi Sarana dan Prasarana Olahraga, Bupati Thungari mengusulkan penambahan sejumlah fasilitas vital untuk GOR Membara.
Usulan tersebut mencakup pembangunan jogging track, kolam renang, area parkir yang luas, serta berbagai sarana penunjang lainnya.
Top eksekutif Sagihe ini menegaskan bahwa visinya terhadap GOR Membara tidak sekadar menjadikannya sebagai gedung olahraga biasa, melainkan pusat interaksi sosial dan peningkatan kualitas hidup warga Sangihe.
“Fasilitas seperti joging track dan kolam renang sangat dibutuhkan untuk mendukung pembinaan atlet lokal sekaligus menjadi wadah aktivitas masyarakat. Kami ingin kawasan ini menjadi pusat produktivitas warga,” kata Bupati Thungari.
Selain sarana olahraga, Bupati juga menyambangi Direktorat Jenderal Bina Marga guna mengusulkan perbaikan infrastruktur jalan yang krusial bagi mobilitas masyarakat kepulauan.
Mengingat letak geografis Sangihe yang berjarak sekitar 320 kilometer dari pusat provinsi, kualitas jalan darat menjadi kunci utama distribusi logistik.
Adapun beberapa ruas prioritas yang diajukan untuk ditangani secara spesifik meliputi; Poros jalan Bira–Kulur, Ruas jalan Manganitu–Tamako dan Ruas Tanah Naombo.
“Peningkatan kualitas jalan adalah kebutuhan mendesak untuk memperlancar arus barang dan jasa antarwilayah di Sangihe,” tambahnya.
Dalam rangkaian agenda di Jakarta tersebut, Bupati turut didampingi oleh jajaran DPRD Sangihe, Asisten Pemerintahan Johanis Pilat, Kadis Kominfo Ronald Lumiu, serta Kabag Prokopim Veronica Maya Arisandi Budiman.
Rombongan juga melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk memperkuat usulan infrastruktur pemukiman lainnya.
Langkah jemput bola ini diharapkan dapat menarik dukungan anggaran pusat guna mengatasi tantangan geografis Kepulauan Sangihe yang selama ini hanya dapat dijangkau melalui perjalanan laut selama 10 hingga 12 jam dari Manado. (Yansa)

