Notification

×

Iklan

Laba Tembus Rp281 Miliar, BSG Susun Strategi Bisnis Jangka Menengah dalam RUPS LB 2026

Tuesday, February 10, 2026 | 17:17 WIB Last Updated 2026-02-10T09:18:02Z
Foto: Istimewa


MANADO, Komentar.co -
PT Bank SulutGo (BSG) resmi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Tahun Buku 2025 pada Selasa (10/2/2026).

Bertempat di Ballroom Kantor Pusat BSG, pertemuan strategis ini menjadi momentum krusial bagi "Torang pe Bank" dalam menetapkan arah kebijakan jangka panjang di tengah tren pertumbuhan positif.


Rapat tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pemegang saham utama dan direksi. Tampak hadir Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), didampingi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, serta perwakilan dari PT Mega Corpora.

Kehadiran seluruh kepala daerah dari wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo turut menegaskan dukungan kolektif terhadap penguatan modal dan ekspansi bank ke depan.

Berdasarkan laporan kinerja sepanjang tahun 2025, BSG mencatatkan rapor hijau yang signifikan. Total aset bank tercatat mencapai Rp23,6 triliun, tumbuh sebesar 12,13% secara year-on-year (YoY).


Lonjakan paling mencolok terlihat pada laba bersih yang menyentuh angka Rp281 miliar, atau tumbuh melesat 26,6% dibanding periode sebelumnya.

Direktur Utama BSG, Revino Pepah, menegaskan bahwa angka ini merupakan pencapaian laba tertinggi yang diraih bank dalam kurun waktu enam tahun terakhir.

"Kami sangat mengapresiasi hasil ini, namun kami tetap menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan. Di tahun 2026, fokus kami adalah membenahi kekurangan melalui diversifikasi bisnis, ekspansi kredit yang berkualitas, serta optimalisasi biaya guna menjaga keberlangsungan rencana bisnis," ujar Revino.


Dalam RUPS LB tersebut, para pemegang saham menyepakati empat poin krusial yang akan menjadi peta jalan (roadmap) perusahaan:

Rencana Bisnis Jangka Menengah: Penyusunan strategi komprehensif untuk periode 2026 hingga 2028.

Pengelolaan Laba: Penentuan skema pembagian dividen serta alokasi laba bersih untuk memperkuat struktur permodalan internal.

Tanggung Jawab Sosial: Penetapan anggaran CSR dan inisiatif keuangan berkelanjutan (sustainable finance) untuk tahun 2026.

Audit dan Permodalan: Pemberian mandat kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) serta pengesahan dana setoran modal dari para pemegang saham.


Meski mencetak performa impresif, BSG tak luput dari evaluasi. Sejumlah kepala daerah, mulai dari Gubernur Gorontalo hingga para Bupati dari wilayah Minahasa Utara hingga Sangihe, memberikan masukan kritis agar bank tetap kompetitif.

Para pemegang saham mendorong manajemen BSG untuk lebih agresif dalam mengembangkan produk perbankan digital. Selain itu, penguatan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) menjadi poin penekanan utama agar BSG mampu bersaing di kancah perbankan nasional yang kian dinamis. (ven)





×
Berita Terbaru Update