Notification

×

Iklan

Gubernur Yulius Selvanus Paparkan Peluang Investasi Sulut di PSBM ke-XXVI

Friday, March 27, 2026 | 01:19 WIB Last Updated 2026-03-26T17:20:02Z
Foto: Istimewa


MAKASSAR, Komentar.co -
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, memaparkan transformasi ekonomi dan daya tarik investasi Bumi Nyiur Melambai dalam ajang Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) ke-XXVI di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026).

Di hadapan para pelaku usaha, Yulius menegaskan posisi strategis Sulawesi Utara (Sulut) sebagai gerbang perdagangan utama di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Dalam forum bertajuk "Saudagar Tangguh Ekonomi Tumbuh" tersebut, Gubernur Yulius mengungkapkan performa impresif realisasi investasi Sulut sepanjang tahun 2025 yang menembus angka Rp10,12 triliun. Angka ini mencapai 109 persen dari target pemerintah, atau melonjak 35,6 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

"Capaian ini menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan memberikan dampak riil bagi masyarakat, terbukti dengan terserapnya 18.049 tenaga kerja baru," ujar Yulius dalam pemaparannya.

Ia menilai, stabilitas keamanan dan toleransi masyarakat Sulut yang tinggi menjadi fondasi utama terciptanya iklim investasi yang kondusif. Hal ini tercermin dari komposisi modal yang masuk, di mana Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi sebesar 60 persen, disusul Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 40 persen yang berasal dari Singapura, Tiongkok, Hongkong, hingga Jepang.

Gubernur Yulius turut merinci sejumlah sektor potensial yang menjadi primadona investasi. Di sektor pertanian, komoditas pala menjadi andalan dengan produksi mencapai 12.800 ton per tahun dan menjanjikan pengembalian modal (return on investment) yang cepat, yakni sekitar dua hingga tiga tahun.

Sementara di sektor kelautan, nilai ekspor Sulut telah menyentuh angka Rp1 triliun per tahun. Konektivitas logistik global ini didukung penuh oleh keberadaan Pelabuhan Internasional Bitung sebagai simpul utama.

"Untuk memperkuat konektivitas internasional, kami juga telah membuka rute penerbangan langsung dari kota-kota besar di Tiongkok, Singapura, dan Korea Selatan," tambahnya.

Sektor pariwisata juga tak luput dari perhatian. Pemprov Sulut kini fokus mengembangkan 39 destinasi tingkat provinsi dan 127 desa wisata, dengan ikon utama seperti Taman Nasional Bunaken, Danau Linow, dan Tangkoko Nature Reserve.

Sebagai langkah konkret ke depan, Pemprov Sulut menyatakan akan segera mengajukan usulan resmi kepada Kementerian Pertanian terkait pengembangan sektor agrobisnis.

Dirinya optimis bahwa dengan dukungan infrastruktur yang mumpuni, Sulawesi Utara siap bersaing sebagai kawasan investasi kompetitif di level regional.

"Sulawesi Utara memiliki peluang besar untuk terus berkembang dengan dukungan sumber daya yang melimpah," pungkasnya.
(*/ven)



×
Berita Terbaru Update