![]() |
| Sosialisasi dan Koordinasi BAKTI Komdigi bersama Pemkab Sangihe dan Sitaro terkait rencana perbaikan Pratial Cut Palapa Ring Tengah Segmen Tahuna-Melonguane, Kamis (9/4) di Manado. Foto: Istimewa |
SANGIHE, Komentar.co - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bergerak cepat melakukan mitigasi gangguan jaringan di wilayah kepulauan Sulawesi Utara.
Melalui agenda Sosialisasi dan Koordinasi, Kamis (09/07/2026) di Manado, BAKTI mengonsolidasikan rencana perbaikan Partial Cut Palapa Ring Tengah segmen Tahuna–Melonguane guna menjamin kestabilan koneksi digital.
Langkah teknis ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk menghindari dampak kerusakan yang lebih luas di masa depan. Fokus utama perbaikan diarahkan pada wilayah Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Sitaro yang sangat bergantung pada jalur tulang punggung (backbone) tersebut.
Baca juga: Diskominfo Sangihe Desak Telkomsel Tingkatkan Bandwidth Selama Perbaikan Fiber Optik Palapa Ring
Dalam pertemuan, BAKTI Komdigi menegaskan bahwa perbaikan ini dilakukan dengan skema mitigasi yang matang. Untuk menjaga agar pelayanan publik tetap berjalan selama proses teknis berlangsung, disiapkan akses internet alternatif di lebih dari 150 titik strategis.
"Konektivitas bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan fondasi bagi pelayanan publik, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi digital," tulis pernyataan resmi lembaga tersebut.
Selain penyediaan akses cadangan, optimalisasi jaringan terus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh total.
Pertemuan ini menjadi wadah krusial bagi pemerintah daerah untuk menyelaraskan persepsi. Hadir secara langsung Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Sitaro, Eddy S. Salindeho.
Kedua pimpinan daerah didampingi oleh Kepala Dinas Kominfo masing-masing, yakni Ronald Lumiu (Sangihe) dan Indra Purukan (Sitaro), guna memastikan proses perbaikan di lapangan mendapatkan dukungan administratif dan sosial dari warga setempat.
Proses perbaikan ini dikawal oleh jajaran ahli dari BAKTI Komdigi, di antaranya Plt. Direktur Layanan TI Masyarakat dan Pemerintah Sudarmanto, Kadiv Layanan TI Pemerintah Suharyoto, serta Kadiv Infrastruktur Backbone Meiliana Loeis. Koordinasi juga diperkuat oleh Balai Monitor SFR Kelas II Manado di bawah pimpinan Manuelson Jaka Jusuf.
Diskusi juga dilakukan secara hybrid dengan melibatkan Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital Indra Maulana, serta perwakilan mitra strategis seperti PT Len Telekomunikasi Indonesia dan Surveyor Indonesia.
BAKTI Komdigi menekankan bahwa transparansi dalam proses perbaikan menjadi kunci utama agar tidak terjadi disinformasi di tengah masyarakat. Dengan kolaborasi yang solid antara pusat, daerah, dan mitra penyedia, diharapkan layanan telekomunikasi di segmen Tahuna-Melonguane segera kembali optimal.
Komitmen ini menjadi pembuktian bahwa negara terus berupaya memastikan wilayah kepulauan tetap terintegrasi dalam ekosistem digital nasional, meski dihadapkan pada tantangan geografis yang menantang. (Yansa)
