![]() | |
| Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Utara, Jumat (8/5). |
MINUT, Komentar.co - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) mematangkan kesiapan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Rapat Koordinasi lints sectoral yang digelar di Ballroom Hotel Sentra Minahasa Utara, Jumat (8/5/2026).
Rakor ini dipimpin langsung oleh Deputi II Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, didampingi Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN RI, Dadang Hendrayudha.
Hadir mewakili Wakil Gubernur Victor Mailangkay selaku Ketua Satgas MBG Sulut, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulut, Jemmy Ringkuangan.
Dalam arahannya, Sony Sonjaya menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah validasi data penerima manfaat secara akurat. Langkah ini krusial untuk menentukan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan dibangun di bumi Nyiur Melambai.
"Tugas pertama Satgas adalah validasi data. Kita harus memastikan angka pasti jumlah balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga peserta didik di setiap kabupaten/kota. Data ini yang menjadi dasar penentuan kebutuhan unit layanan gizi," tegas Sony.
Selain data, Rakor Pelaksanaan Program MBG Sulut tersebut membahas mekanisme pengusulan SPPG, khususnya strategi distribusi bagi wilayah-wilayah terpencil agar program prioritas nasional ini dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Sony menambahkan bahwa detail pola distribusi akan diperdalam dalam sesi teknis bersama satuan tugas di daerah.
Di sisi lain, Pemprov Sulut memberikan dukungan penuh terhadap program gagasan Presiden Prabowo Subianto ini.
Asisten II Setdaprov Sulut, Jemmy Ringkuangan, menyampaikan apresiasi pimpinan daerah atas kepercayaan pusat menjadikan Sulut sebagai bagian dari program strategis tersebut.
"Pak Gubernur Yulius Selvanus dan Pak Wakil Gubernur Victor Mailangkay menyampaikan terima kasih. Program ini bukan sekadar pemenuhan gizi, melainkan instrumen penting dalam memantau dan mengevaluasi kualitas kesehatan generasi muda di daerah," ujar Ringkuangan.
Lebih lanjut, Ringkuangan yang juga menjabat sebagai Sekretaris I Satgas MBG Sulut menyoroti potensi multiplier effect bagi ekonomi lokal.
Ia mendorong agar program ini memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) setempat serta memanfaatkan potensi pangan daerah.
"Penyerapan tenaga kerja dari program ini akan sangat luar biasa. Kami mengajak masyarakat untuk menyiapkan potensi pangan lokal. Jika rantai pasoknya dikelola dengan baik, maka ketahanan dan kedaulatan pangan daerah akan semakin kokoh, sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat secara langsung," pungkasnya.
Diketahui, program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan pilar utama visi pemerintah pusat dalam menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. (ven)
