![]() |
| Foto: Istimewa |
MANADO, Komentar.co - Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado sukses menyelenggarakan Studentpreneur Unsrat Expo 2026 selama dua hari, mulai Selasa (12/5/2026) hingga Rabu (13/5/2026).
Mengusung tema “Student Entrepreneurship Impactful”, ajang tahunan yang telah memasuki edisi ke-10 ini dipusatkan di kawasan Unit Pengembangan Akademik (UPA) Pusat Karir dan Kewirausahaan (PKK) serta kompleks Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsrat.
Festival kewirausahaan kampus ini diikuti oleh 130 kelompok usaha mahasiswa yang merepresentasikan 10 fakultas di lingkungan Unsrat. Ribuan mahasiswa tampak memadati area pameran, termasuk partisipasi aktif dari sejumlah mahasiswa asing asal Timor Leste (Timor Timur).Berbagai sektor produk kreatif dipamerkan dalam ajang ini, dengan dominasi di sektor kuliner makanan dan minuman, disusul oleh produk fesyen, kerajinan tangan, hingga aneka camilan inovatif.
Dekan FEB Unsrat, Dr. Victor Lengkong, secara resmi menutup gelaran ekspo pada hari kedua pelaksanaan. Dalam pidato penutupannya, Dr. Victor membakar semangat para peserta untuk konsisten menekuni dunia bisnis dan memaksimalkan fasilitas kampus.
“Dengan demikian, untuk Expo Studentpreneur Unsrat Expo 2026, dengan tema Student Entrepreneurship Impactful, ditutup secara resmi,” ujar Dr. Victor seraya mengajak mahasiswa memanfaatkan inkubator bisnis sebagai ruang kolaborasi para inovator muda.
Sebelum penutupan, Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN.Eng., sempat hadir meninjau langsung stan-stan pameran. Prof. Sompie menegaskan pentingnya keberlanjutan program ini sebagai role model bagi mahasiswa junior.
"Setelah lulus nanti mereka siap berbisnis dan siap kerja," tuturnya, menekankan bahwa aktivitas berwirausaha sangat bisa berjalan selaras dengan perkuliahan.
Dari sisi pembinaan, Kepala UPA PKK Unsrat, Dr. Olivia Nelwan, SE., M.Si., melalui perwakilan panitia, Ferdy Roring, SE., MM., QRMP., menjelaskan bahwa target utama ekspo ini adalah memindahkan pemahaman mahasiswa dari ruang teori ke realitas pasar.
“Biasanya di kelas hanya teori, ini praktiknya,” kata Ferdy yang juga dikenal sebagai ekonom Sulawesi Utara.
Ia mendorong para inovator muda untuk tidak gentar menghadapi dinamika pasar.
“Berbisnis jangan takut gagal, risiko kalahkan dengan belajar dan belajar,” ucapnya lugas.
Selain pameran produk, panitia juga membekali peserta lewat talkshow kewirausahaan yang menghadirkan praktisi bisnis, Rudini Wijaya. Dalam sesi tersebut, ditekankan bahwa dampak ekspo ini diharapkan mampu menyentuh ranah akademik, keluarga, hingga institusi.
Mahasiswa juga didorong untuk melegalkan bisnis mereka sedini mungkin, memanfaatkan kemudahan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) saat ini.Keberhasilan implementasi program link and match dunia kampus dan industri ini turut ditopang oleh kolaborasi lintas sektor.
Panitia mengapresiasi dukungan penuh dari berbagai mitra strategis, di antaranya PT Logamindo Pratama, Bank SulutGo (BSG) yang memfasilitasi tujuh unit tenda, BTN selaku penyedia hadiah hiburan (doorprize), serta dukungan dari FS Petra, Honda Amarta, Prodia, Rumah Sakit Siloam, Dinas Kesehatan Kota Manado, HIPMI dan Grab. (*/ven)
