Notification

×

Iklan

Minat Bakat Siswa SD se-Kabupaten Sangihe Melonjak Tajam di Gelanggang Olahraga dan Seni 2026

Wednesday, May 13, 2026 | 22:20 WIB Last Updated 2026-05-13T15:14:28Z
Foto: Istimewa


SANGIHE, Komentar.co -
Minat siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam menorehkan prestasi non-akademik menunjukkan lonjakan signifikan.

Sebanyak lebih dari 1.300 peserta tercatat resmi bersaing dalam ajang Gelanggang Olahraga dan Seni Siswa Tahun 2026 se-Kabupaten Kepulauan Sangihe yang diprakarsai oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Julien Manangkalangi, S.Pd, melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Corleis Samahati, menyampaikan bahwa lonjakan jumlah pendaftar tahun ini menjadi bukti nyata meningkatnya antusiasme siswa dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Ajang yang mengusung tema "Sportivitas Tanpa Batas" ini membuka ruang kompetisi yang luas bagi anak didik di wilayah perbatasan.

Panitia menyelenggarakan beragam kategori perlombaan yang mencakup bidang seni dan olahraga, antara lain Gambar Bercerita, Menyanyi Solo, Mendongeng, Bulutangkis, Tari, Pantomim, Menulis Cerita, Kriya, Kid's Atletik, Sepak Bola, Pencak Silat, hingga Karate.

Hingga hari ketiga pelaksanaan, atmosfer kompetisi dinilai sangat kompetitif. Beberapa cabang lomba bahkan telah merampungkan babak awal.

"Setiap lomba yang ada, sudah ada beberapa yang digelar seperti kategori Mendongeng telah diikuti 20 peserta, Pantomim 9 peserta, dan Tari telah dilalui oleh 6 peserta dari masing-masing Sekolah Dasar yang ikut mendaftar," ujar Samahati kepada Komentar.co saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/5/2026).

Salah satu daya tarik utama dalam pembukaan rangkaian lomba ini datang dari panggung seni. Penampilan siswi SD Dagho di kategori lomba Tari sukses mencuri perhatian juri dan penonton lewat koreografi yang kental akan nuansa adat dan kearifan lokal.

Tarian tersebut secara visual merekonstruksi aktivitas agraris masyarakat Sangihe terdahulu yang masih lestari hingga kini. Dalam penampilannya, para siswi menggunakan kelengkapan ornamen tradisional berupa "Bika" bakul anyaman dari bahan alam menyerupai ransel yang berfungsi sebagai wadah parang serta hasil bumi saat berkebun.

Tarian ini dinilai berhasil membawa pesan filosofis yang mendalam mengenai keterikatan kuat masyarakat setempat dengan alam.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan ruang kreativitas ini sebagai agenda tahunan.

Target utamanya adalah membentuk mentalitas dan karakter unggul generasi muda Sangihe sejak dini.

"Perlombaan berlangsung sejak kemarin, tanggal 11 Mei, dan akan berakhir pada 3 Juni 2026 mendatang," jelas Samahati.

"Kegiatan seperti ini akan rutin dilakukan dalam rangka mencetak para murid yang berprestasi, sesuai karakter dan kemampuan masing-masing siswa," tutupnya.
(Vander)



×
Berita Terbaru Update