![]() |
| Foto: Istimewa |
SANGIHE, Komentar.co - Pemerintah Indonesia melalui PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) berkomitmen memperkuat konektivitas di wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Perbatasan (3TP) Sulawesi Utara.
Melalui armada KM Sabuk Nusantara 109, layanan transportasi laut kini menjangkau warga Kota Bitung hingga gugusan pulau terluar di beranda utara Nusantara yang berbatasan langsung dengan Filipina Selatan.
Rute pelayaran kapal perintis ini menyisir gugusan pulau seperti Pulau Kawio, Marore, Miangas, Matutuang, hingga Pulau Lipang. Kehadiran KM Sabuk Nusantara 109 ini menjadi solusi transportasi krusial bagi masyarakat kepulauan yang mengandalkan jalur laut sebagai urat nadi aktivitas sehari-hari.
Sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe diwujudkan dengan mempercayakan kepemimpinan PT Pelni Cabang Tahuna kepada putra daerah, Mocodompis Musaling.
Operasional kapal dipastikan berjalan optimal untuk mengakomodir kebutuhan mobilitas warga lokal. Salah satu keunggulan utama dari layanan tol laut perintis ini adalah tarifnya yang sangat ekonomis jika dibandingkan dengan armada swasta yang sudah lama beroperasi.
Sebagai contoh, tiket untuk rute Pelabuhan Bitung menuju Tahuna atau arah sebaliknya hanya dikenakan biaya sebesar Rp45.000 per orang. Sementara itu, untuk rute yang lebih pendek seperti Tahuna menuju Kawaluso, masyarakat hanya perlu membayar tiket seharga Rp13.800 per orang.
Kebijakan harga yang sangat terjangkau ini memberikan dampak positif yang besar terhadap perekonomian dan daya beli masyarakat di Kepulauan Sangihe. Guna memastikan pelayanan tetap prima, loket pembelian tiket di pelabuhan terpantau tetap membuka aktivitas pelayanan secara konsisten sesuai jam kerja, tanpa terhalang oleh hari libur.
Nakhoda KM Sabuk Nusantara 109, Jorries R. Rahalus, menegaskan bahwa seluruh kru kapal bekerja penuh setiap hari tanpa mengenal waktu libur demi menjaga kelancaran distribusi logistik dan mobilisasi penumpang.
"Kami akan tetap berlayar sesuai rute yang ditetapkan dan tetap semangat demi kebutuhan transportasi laut di daerah kami," ujar Jorries saat memberikan keterangan terkait komitmen pelayanan di wilayah perbatasan.(Vander)
