Notification

×

Iklan

Kemnaker Gandeng Wadhwani Foundation dan Indosat Cetak Talenta Masa Depan

Tuesday, May 5, 2026 | 23:36 WIB Last Updated 2026-05-05T15:36:15Z
Dokumentasi: Biro Humas Kemnaker


JAKARTA, Komentar.co -
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Wadhwani Foundation dan PT Indosat Tbk guna memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Sinergi lintas sektor ini difokuskan pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pemanfaatan teknologi digital dan Kecerdasan Artifisial (AI).

Selain perluasan kesempatan kerja, kolaborasi ini memberikan perhatian khusus pada penguatan akses layanan ketenagakerjaan yang inklusif, terutama bagi penyandang disabilitas.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli pada kesempatan itu menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi pemerintah dalam menjawab tantangan transformasi dunia kerja yang bergerak sangat cepat.

Menurutnya, disrupsi teknologi dan perubahan kebutuhan industri telah menciptakan kesenjangan kompetensi yang harus segera diatasi.

“Dunia kerja saat ini tengah mengalami transformasi yang sangat cepat. Digitalisasi dan perubahan kebutuhan industri telah menciptakan celah antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan pasar," kata Menaker Yassierli.

"Kolaborasi ini adalah langkah konkret untuk memperkuat ekosistem nasional melalui pendekatan terintegrasi dan berbasis teknologi,” sambungnya.

Salah satu poin krusial dalam kerja sama ini adalah pengembangan Talent and Innovation Hub (TIH). Pusat inovasi ini dirancang bukan sekadar sebagai tempat pelatihan konvensional, melainkan sebagai ekosistem yang mendorong kewirausahaan yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.

Program ini bertujuan mencetak talenta yang tidak hanya berperan sebagai pencari kerja (job seeker), tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator). Peserta akan dibekali keterampilan digital, penguasaan AI, hingga pembelajaran berbasis proyek bagi tenaga kerja disabilitas.

Lebih lanjut, kerja sama ini juga mendorong integrasi platform layanan digital milik pemerintah dan mitra, seperti SIAPKerja dan JobReady.

Hal ini diharapkan dapat mempermudah akses informasi lowongan kerja dan pelatihan secara luas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menaker Yassierli menambahkan bahwa Indonesia harus memanfaatkan bonus demografi dengan intervensi yang tepat agar tidak menjadi beban di masa depan.

“Ini adalah investasi jangka panjang untuk memastikan tenaga kerja kita tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif terhadap perubahan. Kami ingin mewujudkan talenta masa depan yang kompeten, meningkatkan produktivitas, serta daya saing nasional secara inklusif,” tutupnya.
(BHK/Red)


×
Berita Terbaru Update