![]() |
| Pembukaan kegiatan di Camp Pembekalan Calon PMI yang digelar di Polnustar, Jumat (15/5). |
SANGIHE, Komentar.co - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan kualitas calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sulawesi Utara. Hal ini ditandai dengan dibukanya Camp Pembekalan bagi puluhan calon PMI di Politeknik Nusa Utara (Polnustar), Tahuna, Jumat (15/5/2026).
Pembukaan Camp Pembekalan Calon PMI ini menyusul melonjaknya minat masyarakat memburu peluang kerja di luar negeri melalui jalur rekrutmen resmi.
Program pelatihan intensif ini terwujud melalui kerja sama antara PT Annur Jaya, Yayasan Sinibantu, dan Dinas Tenaga Kerja Daerah (Disnakerda) Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, yang diwakili oleh Kepala Disnakerda, Femmy E.O Montang, membuka secara resmi agenda pembekalan tersebut.
Dalam arahannya, Femmy E.O Montang menegaskan pentingnya penguasaan materi selama masa karantina di camp penampungan.
Pemerintah daerah berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara optimal demi membentuk kompetensi yang matang.
"Setiap peserta diminta menyerap materi pembekalan dengan optimal agar memiliki kesiapan kerja yang matang di negara tujuan," ujar Femmy saat membuka kegiatan.
Senada, pimpinan PT Annur Jaya Cabang Manado, Steven Londok, menegaskan bahwa tahapan pembekalan ini merupakan agenda wajib yang harus dilalui oleh setiap peserta sebelum diberangkatkan ke negara penempatan.
"Sebelum berangkat ke negara tujuan masing-masing, setiap calon PMI harus mengikuti serangkaian pembekalan melalui camp yang kami selenggarakan di Tahuna hari ini," ujar Londok.
Selama berada di dalam fasilitas pelatihan, para calon tenaga kerja akan dibekali dengan berbagai materi persiapan kerja, yang berfokus pada kesiapan mental serta penguatan kerohanian.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Pusat PT Annur Jaya/Yayasan Sinibantu, Ronald Stock, memastikan komitmennya untuk terus membuka dan memfasilitasi peluang kerja internasional melalui prosedur yang legal.
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk meminimalisasi risiko kasus hukum yang kerap menimpa pekerja migran.
"Kami berharap ke depan calon-calon PMI ke luar negeri itu menggunakan jalur resmi untuk menghindari permasalahan yang akhir-akhir ini sering terjadi akibat PMI menggunakan jalur ilegal," tutur Ronald.
Agenda pembekalan kali ini diikuti oleh 42 peserta yang siap diberangkatkan ke tiga negara tujuan utama, yakni Malaysia, Hongkong, dan Taiwan.
Para peserta tidak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, seperti Kecamatan Manganitu, Kendahe, Tamako, Tahuna, Tahuna Timur, Tahuna Barat, Tabukan Tengah, Tabukan Selatan, dan Tatoareng, tetapi juga mencakup wilayah lain di Sulawesi Utara.
Daerah tersebut meliputi Kabupaten Sitaro, Talaud, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Kota Kotamobagu, Bitung, hingga Kota Manado. (Yansa)
