Notification

×

Iklan

Perpustakaan Minahasa Ditargetkan Jadi Pusat IPTEK dan Penjaga Budaya

Tuesday, May 5, 2026 | 22:39 WIB Last Updated 2026-05-05T14:39:51Z
Sekda Minahasa, Lynda Watania saat membuka kegiatan Pembinaan Perpustakaan Umum dan Khusus di Minahasa, Selasa (5/5). Foto: Istiemewa


MINAHASA, Komentar.co -
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa, Lynda D. Watania, memberikan penegasan keras mengenai peran strategis perpustakaan dalam struktur pemerintahan.

Menurutnya, perpustakaan bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan instrumen urusan wajib pemerintah yang harus mendapatkan prioritas utama.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekda Lynda Watania saat membuka kegiatan Pembinaan Perpustakaan Umum dan Khusus yang diselenggarakan di Dinas Perpustakaan Kabupaten Minahasa, Selasa (5/5/2026).

Dalam arahannya, Watania menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda di tengah pesatnya arus digitalisasi.

Ia menilai perpustakaan memegang peran sentral sebagai pusat penguatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sekaligus penjaga nilai kebudayaan.

“Perpustakaan adalah institusi strategis. Di dalamnya tersimpan sumber data dan informasi yang lengkap. Ini bukan sekadar soal IPTEK, tetapi juga menyangkut fondasi kebudayaan bangsa,” tegas Sekda Watania.

Dirinya menyatakan kekhawatirannya jika pengelolaan perpustakaan diabaikan, maka generasi mendatang berisiko mengalami degradasi identitas dan kehilangan jejak sejarah.

“Kita tidak ingin anak-anak kita hanya mahir teknologi, namun melupakan sejarah perjuangan bangsa, perkembangan Bahasa Indonesia, hingga nilai-nilai luhur kehidupan kita,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sekda Watania mendorong adanya transformasi perpustakaan daerah agar menjadi ruang publik yang hidup.

Dirinya memberikan komparasi dengan keberadaan perpustakaan modern di Jakarta yang kini telah menjadi pusat literasi maju dan menarik minat masyarakat luas.

Transformasi ini, menurutnya, menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk menghadirkan fasilitas yang tidak hanya lengkap secara koleksi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan zaman.

“Ini adalah tantangan bagi daerah untuk menghadirkan perpustakaan yang diminati masyarakat. Perpustakaan harus mampu menghidupkan kembali kesadaran budaya serta memperkuat karakter generasi penerus di Minahasa,” pungkasnya.

Kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat meningkatkan standar layanan perpustakaan di seluruh wilayah Minahasa, baik pada unit umum maupun khusus, guna mendukung terciptanya ekosistem literasi yang berkelanjutan. (Roni)




×
Berita Terbaru Update