Notification

×

Iklan

Unsrat Kukuhkan 10 Guru Besar, Pemprov Sulut Dorong Jadi Pelopor Riset Inovatif untuk Pembangunan Daerah

Friday, May 8, 2026 | 02:04 WIB Last Updated 2026-05-07T18:04:32Z
Pengukuhan 10 Guru Besar Universitas Sam Ratulangi, Kamis (7/5).


UNSRAT, Komentar.co -
Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) secara resmi mengukuhkan 10 Guru Besar baru dari berbagai disiplin ilmu dalam Sidang Terbuka Senat yang digelar di Auditorium Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo, Kamis (7/5/2026).

Momentum ini menjadi tonggak penguatan sumber daya manusia (SDM) sekaligus penegasan komitmen akademik Unsrat di level nasional maupun internasional.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Balitbangda Provinsi Sulut, Janny Lukas, menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi para akademisi.

Ia menegaskan bahwa gelar Guru Besar bukan sekadar puncak karier akademik, melainkan amanah besar untuk menjawab tantangan zaman.

“Gelar ini adalah simbol tanggung jawab besar bagi kemajuan bangsa. Di tengah dinamika digitalisasi, perubahan iklim, hingga ketahanan pangan, peran Guru Besar sangat strategis sebagai pelopor ilmu pengetahuan,” ujar Janny Lukas mengutip pesan Gubernur.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut turut menggarisbawahi pentingnya integritas dan kearifan lokal.

Gubernur berharap para Guru Besar mampu melahirkan riset inovatif yang aplikatif guna menggali potensi keunggulan daerah.

Pemprov berkomitmen memperkuat sinergi antara dunia akademik dan kebijakan pemerintah untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor.

Senada dengan hal tersebut, Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty A. Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., menyatakan bahwa penambahan 10 Guru Besar ini adalah aset berharga bagi Sulawesi Utara.

Rektor mengingatkan bahwa pengukuhan ini merupakan gerbang menuju pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat.

"Guru Besar bukan hanya milik individu, tapi kebanggaan keluarga, universitas, dan masyarakat. Ini bukan garis finis, melainkan awal dari tanggung jawab moral yang melampaui sekadar riset dan publikasi ilmiah," tegas Prof. Berty.

Mengutip filosofi Ki Hadjar Dewantara, Rektor menekankan bahwa pendidikan adalah tempat persemaian budi pekerti.

Ia berharap para profesor baru tidak hanya bergelut dengan data, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk karakter generasi muda yang unggul dan beretika.

Sidang terbuka yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran senat, tamu undangan, serta keluarga para Guru Besar. Dengan pengukuhan ini, Unsrat semakin memperkokoh posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi utama di wilayah Indonesia Timur yang siap berkontribusi pada solusi global dan lokal.

Ini Daftar Guru Besar yang Dikukuhkan;

Prof Ir Steaenie  Edward Wallah MSc PhD IPU dari Fakultas Tekhnik yang membahas tentang Tekhnologi Material Beton.

Prof Dr Ir Tinny Mananoma MT IPM ASEAN Eng dari Fakultas Tekhnik yang membahas tentang Rekayasa Sungai.

Prof Dr Dolfie Paulus Pandara SPd MSi dari Fakultas MIPA, membahas tentang potensi air.

Prof Dr Dra Henny Like Rampe MSi dari Fakultas MIPA yang membahas tentang Resistensi Tumbuhan.

Prof Dr Joy Elly Tulung SE MSc PhD dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), membahas tentang Manajemen Keuangan, Tata Kelola Perusahaan, dan Lembaga Keuangan.

Prof Ir Dedie Tooy MSi PhD dari Fakultas Pertanian, membahas tentang tekhnik Pertanian.

Prof Dr Ir Dantje Tarore MS dari Fakultas Pertanian, membahas tentang Entomologi Pertanian.

Prof Dr Ir Betsy Agustina Naomi Pinaria MS, membahas tentang Mikrobiologi.

Prof Dr Ir Leonardus Ricky Rengkung ME dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), membahas tentang strategi bisnis dan inovasi digital.

Prof Dr Cornelis Djelfie Massie SH MH dari Fakultas Hukum Unsrat.

(ven)

×
Berita Terbaru Update