![]() |
| Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang saat memamtau proses pencarian dan bertemu dengan keluarga korban, Rabu (27/5). Foto: Istimewa |
MINAHASA, Komentar.co - Proses pencarian terhadap Ade Queentania Makal, warga yang dinyatakan hilang di kawasan wisata Air Terjun Paris, Desa Kayuuwi, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa, kini telah memasuki hari kelima, Rabu (27/5/2026).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa terus mengawal perkembangan operasi penyelamatan ini guna memastikan seluruh proses berjalan optimal.
Setelah Bupati Minahasa Robby Dondokambey meninjau lokasi pada hari sebelumnya, Wakil Bupati (Wabup) Minahasa Vanda Sarundajang (Vasung) kini turun langsung ke lapangan untuk memantau aktivitas di Posko Lapangan maupun Posko Induk.
Kehadiran orang nomor dua di Minahasa tersebut bertujuan memberikan dukungan moril kepada keluarga korban sekaligus menyuntikkan semangat bagi Tim SAR Gabungan yang sedang bertugas.
"Hari ini saya hadir atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk memantau langsung perkembangan di lokasi. Kehadiran kami merupakan bentuk kepedulian mendalam bagi orang tua serta keluarga Ade Queentania Makal," ujar Wabup Vanda.
Operasi penyisiran yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan di sejumlah titik potensial menghadapi tantangan berat. Para personel di lapangan dipaksa menguras energi ekstra akibat kondisi medan geografis yang curam serta situasi cuaca ekstrem yang tidak menentu.
Meski demikian, kendala alam tersebut tidak menyurutkan komitmen petugas. Wabup Vanda memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para personel penyelamat dan solidaritas masyarakat setempat yang ikut bergerak membantu proses evakuasi.
"Apresiasi sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Tim SAR Gabungan yang terus menyisir lapangan meski medannya berat dan cuaca buruk. Kami juga berterima kasih kepada warga sekitar yang sangat peduli, baik yang ikut mencari maupun yang swadaya menyediakan konsumsi di posko," ucap Vasung.
Di sela-sela pemantauan, Wabup Vanda mengajak seluruh lapisan masyarakat Minahasa untuk bersama-sama memanjatkan doa agar korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Di sisi lain, Pemkab Minahasa juga mengeluarkan maklumat tegas terkait sirkulasi informasi di media sosial. Mengingat sensitivitas kasus ini, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan spekulasi liar atau informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang, sabar, dan hanya merujuk pada informasi resmi yang dirilis oleh Tim SAR Gabungan. Langkah ini penting demi mencegah meluasnya berita bohong atau hoaks. Mari kita bijak dalam menyaring dan membagikan informasi," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, posko pencarian masih dipadati oleh petugas dan relawan. Gelombang solidaritas serta bantuan logistik dari berbagai elemen masyarakat terus mengalir ke lokasi, mencerminkan kuatnya nilai kemanusiaan dan kebersamaan warga Minahasa dalam menghadapi situasi darurat ini. (Roni)
