Notification

×

Iklan

Gubernur Yulius Selvanus Resmi Buka Karya Bakti Skala Besar 2026 di Wilayah Perbatasan NKRI

Wednesday, July 15, 2026 | 18:48 WIB Last Updated 2026-07-15T10:55:00Z
Upacara Pembukaan Karya Bakti Skala Besar Tahun 2026, Rabu (15/7). Foto: Istimewa


TALAUD, Komentar.co -
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, resmi membuka program Karya Bakti Skala Besar Tahun 2026, Rabu (15/7/2026).

Upacara pembukaan kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Rumah Dinas Bupati Kepulauan Talaud.

Program ini menyasar dua wilayah perbatasan dan kepulauan strategis di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yakni Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi masif antara jajaran TNI, pemerintah daerah, dan akademisi.

Gubernur Yulius menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kodam XIII/Merdeka dan Korem 131/Santiago atas inisiasi program yang bertujuan mempercepat akselerasi pembangunan daerah.

"Program ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan," ujar Gubernur Yulius dalam amanatnya.

Penyelenggaraan Karya Bakti tahun ini dinilai unik karena melibatkan unsur perguruan tinggi. Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) turut menerjunkan jajaran dosen serta mahasiswa untuk berkolaborasi langsung dengan para prajurit TNI di lapangan.

Selain fokus pada pembangunan fisik, program ini menonjolkan pemanfaatan inovasi teknologi tepat guna berbasis potensi daerah. Pemerintah menyoroti langkah pemberdayaan ekonomi lokal lewat pengolahan sabut kelapa serta penggunaan genteng komposit. Material alternatif ini dinilai lebih ringan, kokoh, serta ramah lingkungan untuk bahan baku bangunan.

"Inisiatif ini membuktikan bahwa pembangunan di Sulut tidak lagi sekadar urusan semen dan batu, melainkan mampu memicu lahirnya inovasi yang memanfaatkan sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah," kata Gubernur Yulius.

Guna memastikan program menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat kepulauan, Karya Bakti Skala Besar yang akan bergulir selama beberapa bulan ke depan ini dibagi menjadi dua kluster sasaran, yaitu; Infrastruktur Fisik meliputi, Pembangunan jembatan dan pembukaan jalan produksi ekonomi, Pembuatan sumur bor dan perbaikan infrastruktur rumah pompa air, Rehabilitasi fasilitas pendidikan (sekolah) dan rumah ibadah, Pembangunan fasilitas sanitasi (MCK) umum, Pemeliharaan rumah dinas untuk tenaga kesehatan (nakes), Pembangunan pembangkit listrik mikrohidro skala mandiri.

Sementara, pemberdayaan Non-Fisik, meliputi; Penyaluran bantuan sosial dan paket sembako untuk warga miskin, Aksi bakti sosial kesehatan dan gerakan penghijauan lingkungan, Penyuluhan edukatif mengenai ketahanan masyarakat dan hukum.

Top eksektif Sulut ini mengingatkan bahwa Talaud dan Sangihe memegang posisi geopolitik yang sangat krusial bagi NKRI. Di samping fungsinya sebagai benteng keamanan, kedua kabupaten ini menyimpan potensi besar pada sektor perikanan, kelautan dan pariwisata bahari.

Melalui visi "Menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan," Pemprov Sulut berkomitmen menghapus disparitas pembangunan antara wilayah perkotaan dan kepulauan.

Diketahui, turut hadir pada upacara pembukaan ini, Forkopimda Sulut, Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, SIP, Danrem 131/Santiago, Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, SIP, M.Han, CGCAE, Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah, Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Anisya Gretsya Bambungan, SE, Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari, Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof. Dr. Ir. Oktovian B. A. Sompie, M.Eng, IPU, ASEAN,Eng, Forkopimda Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Para Akademisi, Para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Insan Pers, Prajurit TNI dan Mahasiswa Peserta Karya Bakti Skala Besar 2026. (ven)




Iklan

×
Berita Terbaru Update