![]() |
| Foto: Istimewa |
SULUT, Komentar.co - DPRD Provinsi Sulawesi Utara menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) dalam memperluas akses pasar kerja global bagi tenaga kerja lokal.
Komitmen ini diwujudkan melalui pengawalan program sertifikasi kompetensi berstandar internasional guna mempersiapkan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sulut ke negara Jepang.
Rencana penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut mengemuka dalam agenda pembukaan Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD Sulut, pekan lalu.
Dalam sidang tersebut, terungkap adanya kerja sama strategis yang dijalin antara Pemprov Sulut dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
DPRD Sulut menekankan bahwa sertifikasi keahlian merupakan instrumen krusial agar para calon tenaga kerja dari Bumi Nyiur Melambai mampu bersaing di ketatnya bursa kerja internasional, khususnya di sektor-sektor produktif di Jepang.
Pihak legislatif mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi program pelatihan bahasa dan keahlian teknis secara intensif.Program pengiriman tenaga kerja terampil ke luar negeri ini dinilai sebagai solusi jangka panjang yang taktis untuk menekan tingkat pengangguran terbuka di daerah.
Selain itu, penempatan PMI yang terprosedur dengan baik diproyeksikan mampu mendongkrak arus remitansi guna memicu perputaran roda ekonomi dan kesejahteraan keluarga pekerja di Sulawesi Utara.
Kendati memberikan dukungan penuh, lembaga parlemen daerah menegaskan akan menjalankan fungsi pengawasan secara ketat pada setiap tahapan program. Mekanisme rekrutmen, pelatihan, hingga proses keberangkatan calon tenaga kerja wajib berjalan sesuai dengan regulasi baku yang berlaku guna mengantisipasi risiko penempatan nonprosedural.
DPRD Sulut mengingatkan instansi terkait untuk memastikan adanya klausul jaminan hak kerja dan perlindungan hukum yang maksimal bagi warga Sulut selama merantau.
Sinergi antara Pemprov Sulut dan Kementerian P2MI diharapkan dapat mengeliminasi potensi eksploitasi dan memberikan rasa aman bagi para pekerja migran di negara tujuan. (*/ven)
