![]() |
| Suasana di pusat kota Tahuna dan aktifitas karyawan salah satu hotel di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jumat (1/5). |
SANGIHE, Komentar.co - Berbeda dengan hiruk-pikuk peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di berbagai kota besar di Indonesia, aktivitas ekonomi di Kota Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, terpantau tetap berjalan normal tanpa adanya aksi massa maupun perayaan seremonial, Jumat (1/5/2026).
Di saat Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan May Day di Monas, Jakarta, serta ribuan buruh menggelar orasi di depan Gedung DPR RI, para pekerja di wilayah perbatasan utara NKRI ini justru tetap menjalankan rutinitas pekerjaan seperti hari-hari biasa.
Berdasarkan pantauan Komentar.co, pusat pertokoan, minimarket, hingga sektor perhotelan di pusat kota Tahuna tetap beroperasi penuh. Meski kalender nasional menetapkan 1 Mei sebagai hari libur, denyut nadi usaha di daerah ini seolah tidak mengenal jeda.
Sejumlah karyawan yang ditemui mengaku tetap masuk kerja tanpa adanya tuntutan khusus terkait hak buruh, seperti Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten (UMK). Hal ini memicu spekulasi positif mengenai kesejahteraan pekerja maupun harmonisasi hubungan industrial di wilayah tersebut.
"Kami bekerja seperti biasanya, tetap masuk hari ini," ujar salah satu karyawan di pusat pertokoan Tahuna kepda Komentar.co.
Senada dengan itu, staf di salah satu hotel di Tahuna bahkan mengaku tidak menyadari bahwa hari ini merupakan hari libur nasional untuk memperingati buruh.
"Tetap kerja untuk hari ini. Kami malah tidak tahu kalau hari ini adalah Hari Buruh dan tanggal merah," ungkapnya dengan ramah.
Kondisi yang tenang tanp aksi memperingati May Day 2026 ini diduga berkat koordinasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Tenaga Kerja dengan para pengusaha di Sangihe.
Realitas aktivitas di Tahuna pada May Day 2026 ini memberikan gambaran kondusifnya iklim kerja di Kepulauan Sangihe, di mana para buruh di sektor swasta tetap produktif menjalankan roda ekonomi daerah tanpa terpengaruh eskalasi aksi buruh yang terjadi di tingkat nasional. (Vander)
