Notification

×

Iklan

Dikeluhkan Konsumen, Dealer Honda Tahuna dan Adira Finance Diduga Bebani Biaya Ekspedisi Sepihak

Thursday, July 2, 2026 | 20:26 WIB Last Updated 2026-07-02T12:26:21Z
PT. Daya Motor Honda Cabang Tahuna. Foto: Istimewa


SANGIHE, Komentar.co -
Sejumlah konsumen sepeda motor di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, mengeluhkan sistem pelayanan PT Daya Motor Honda Cabang Tahuna dan mitra pembiayaannya, Adira Finance.

Dua institusi ini diduga membebankan biaya tambahan sepihak dan tidak merealisasikan promo servis gratis sesuai ketentuan yang dijanjikan di awal transaksi.Keluhan mencuat setelah munculnya tagihan biaya ekspedisi susulan senilai Rp575.000 untuk pengiriman unit menggunakan kapal penumpang rute Manado-Tahuna via SAMROS.

Biaya tersebut diduga tidak tercantum dalam brosur promosi resmi maupun kontrak kesepakatan yang ditandatangani oleh konsumen.

Menurut keterangan salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, informasi mengenai biaya tambahan itu baru disampaikan oleh oknum karyawan Adira Finance berinisial RT, tiga hari setelah dirinya menyelesaikan pengisian formulir persyaratan kredit motor berdurasi dua tahun.

"Kami diminta membawa secarik nota tulisan tangan yang tidak resmi setelah menyetor uang muka (DP). Nota manual itu kemudian harus diserahkan kepada karyawan Adira lainnya berinisial AI sebagai bukti bayar biaya ekspedisi. Masih lebih besar dan rapi nota kopra dibanding kertas itu," ujar sumber tersebut menggunakan dialek lokal, kepada Komentar.co baru-baru ini.

Selain masalah transparansi biaya pengiriman, kekecewaan lain diungkapkan oleh pembeli motor jenis matik terkait program jaminan pemeliharaan. Konsumen mengeluhkan kegagalan pihak dealer dalam menyediakan fasilitas ganti oli gratis pada servis pertama.

"Saat tiba waktunya ganti oli gratis sesuai janji promosi tiga bulan pertama, pihak dealer berdalih stok oli untuk motor matik sudah habis. Akibatnya, saya terpaksa membeli oli di toko lain menggunakan biaya pribadi," ungkap konsumen lainnya dengan nada kecewa.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Cabang Dealer Honda Tahuna, Beny, memberikan konfirmasi terpisah.

Ia membenarkan adanya hubungan kerja sama logistik yang melibatkan pihak SAMROS, dealer Honda Tahuna, dan kapal penumpang rute Manado-Tahuna.

Namun, masyarakat menilai mekanisme penagihan di lapangan terkesan tertutup dan rawan praktik manipulasi (kongkalikong).

Konsumen mendesak PT Daya Motor Honda - Tahuna serta Adira Finance selaku penyedia dana talangan untuk melakukan evaluasi total.

Mereka menuntut agar seluruh komponen biaya, termasuk ongkos pengiriman ke wilayah kepulauan, dijabarkan secara jujur dan transparan sejak awal sebelum proses akad kredit disetujui. (Vander)




×
Berita Terbaru Update