![]() |
| Simulasi penggunaan APAR. Foto: Istimewa |
SULUT, Komentar.co - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berkolaborasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sulut menyelenggarakan Pelatihan Keluarga Tanggap Bencana Rumah Tangga di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan membekali kader PKK dari 15 kabupaten/kota se-Sulut dengan kemampuan mitigasi, termasuk simulasi langsung penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris TP PKK Sulut, Sherly Mewengkang-Najoan, yang hadir mewakili Ketua TP PKK Sulut, Anik Yulius Selvanus.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sherly, dijelaskan bahwa pelatihan ini merupakan realisasi dari program kerja Pokja IV TP PKK lewat Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana serta Siaga Kebakaran Lingkungan.
"Peran ibu rumah tangga sangat krusial dalam menjaga keselamatan keluarga. Melalui agenda ini, para peserta dibekali keahlian mengenali risiko dan mengambil tindakan tepat saat situasi darurat di lingkungan rumah," ujar Sherly menyampaikan pesan Ketua TP PKK Sulut.
Ia juga mengingatkan peserta untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang rentan memicu kebakaran akibat suhu panas.Dalam sesi pematerian, Kepala BPBD Kabupaten Minahasa Utara, Drs. Theo Lumingkewas, memaparkan materi taktis penanganan bahaya kebakaran domestik.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Sulut, Farly Kotambunan, memberikan pembekalan mengenai strategi pencegahan kebakaran serta langkah antisipasi dampak fenomena iklim El Nino.
Tidak hanya menerima teori, para pengurus TP PKK daerah tersebut diajak melakukan praktik langsung. Simulasi difokuskan pada identifikasi titik rawan kebakaran di area dapur serta teknik mengoperasikan APAR secara benar untuk memadamkan api.Kepala Satpol PP Sulut, Farly Kotambunan, didampingi Kepala Bidang Kebakaran Satpol PP Sulut, Stenly Liow, SE, menegaskan bahwa latihan fisik dengan APAR sengaja dirancang agar peserta memiliki pengalaman empiris dalam mengendalikan api sejak dini.
Langkah ini diambil sebagai solusi atas maraknya insiden kebakaran yang dipicu oleh minimnya alat pemadam dan kurangnya pemahaman prosedur penanggulangan oleh warga.
"Sekembalinya ke kabupaten dan kota masing-masing, kami berharap para peserta dapat menjadi agen edukasi untuk menyosialisasikan pengetahuan ini hingga ke tingkat masyarakat paling bawah," pungkas Farly.
Melalui sinergi lintas institusi ini, TP PKK dan Satpol PP Sulut berharap kesadaran kolektif terhadap keselamatan lingkungan rumah tangga semakin kokoh demi meminimalkan potensi risiko kebakaran di daerah. (*/ven)
