![]() |
| Louis Schramm didampingi anggota DPRD Sulut, Amir Liputo dan Sekretaris DPRD Sulut, Niklas Silangen. |
SULUT, Komentar.co - Ratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Patuh dan Tulus Dukung Prabowo-Gibran (Mapalus Pragib) menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (25/6/2026).
Massa yang memadati area parlemen sejak pukul 10.00 WITA tersebut menyuarakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam aksi tersebut, ada dua program pusat yang menjadi sorotan utama massa, yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.
Koordinator Lapangan Koalisi Mapalus Pragib, Douglas Panit, menegaskan bahwa program MBG terbukti efektif mendongkrak kualitas gizi anak-anak sekaligus memicu perputaran ekonomi di tingkat bawah.
"Keberlanjutan program strategis ini sangat krusial untuk menjaga momentum peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi pelaku ekonomi kecil dan menengah," ujar Douglas dalam orasinya.
Selain isu nasional, koalisi bentukan masyarakat ini juga membawa aspirasi lokal terkait sektor agraria. Mereka mendesak pemerintah dan legislatif untuk segera mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan sengkarut penataan wilayah pertambangan rakyat di Sulawesi Utara.
Aspirasi unjuk rasa damai ini diterima langsung oleh Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sulut, Louis Schramm.
Politisi Gerindra tersebut menyatakan komitmennya untuk mengawal seluruh tuntutan massa agar sampai ke tingkat eksekutif.Menurut Louis, efek domino dari program Makan Bergizi Gratis sangat besar karena mampu menghidupkan ekosistem sektor pertanian, peternakan, hingga pelaku usaha lokal yang masuk dalam rantai pasok program.
"Kami memastikan aspirasi yang disampaikan hari ini akan menjadi perhatian serius dan dikawal ketat oleh fraksi," kata Louis di hadapan massa aksi.Aksi penyampaian pendapat ini berjalan dengan kondusif dan tertib di bawah penjagaan ketat aparat keamanan sebelum akhirnya massa membubarkan diri usai menyerahkan berkas aspirasi secara resmi kepada perwakilan DPRD Sulut.(*/ven)
