Notification

×

Iklan

Proyek Pelabuhan Nusantara Tahuna Dikebut, Target Tuntas Akhir 2026

Friday, July 3, 2026 | 01:58 WIB Last Updated 2026-07-02T17:58:08Z
Tampak aktivitas para pekerja poryek di Pelabuhan Nusantara Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
 

SANGIHE, Komentar.co -
Proyek rekonstruksi dan pembongkaran ulang (replacement) Pelabuhan Nusantara Tahuna di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, terus bergulir.

Pembangunan infrastruktur strategis ini menelan anggaran sebesar Rp89.715.298.000 yang bersumber sepenuhnya dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Pekerjaan fisik berskala besar ini mencakup pembangunan kembali struktur utama dermaga, termasuk renovasi bantalan karet (fender) dan fasilitas penunjang lainnya.

Otoritas terkait menargetkan seluruh rangkaian proyek infrastruktur transportasi laut ini rampung pada akhir tahun 2026 mendatang.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian Perhubungan mempercayakan pengerjaan fisik kepada PT Pilar Dasar Membangun (PDM) selaku kontraktor utama. Perusahaan konstruksi tersebut berkolaborasi dengan PT Mitra Reka Nusa (MRK) yang bertindak sebagai konsultan pengawas independen selama proyek berlangsung.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Kamis 2 Juli 2026, aktivitas para pekerja di area pelabuhan berjalan intensif dan terukur. Kedua perusahaan yang bertanggung jawab memastikan seluruh tahapan teknis dilaksanakan sesuai dengan target operasional serta menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara ketat.

Perwakilan Konsultan Pengawas dari PT Mitra Reka Nusa, Chrystie, memastikan bahwa progres pengerjaan di lapangan berjalan simultan dan selaras dengan kalender kerja yang telah disepakati dalam kontrak bersama pemerintah pusat.

"Masa kerja yang telah disepakati bersama oleh perusahaan dengan Kementerian Perhubungan akan diselesaikan dalam kurun waktu 295 hari kalender kerja," terang Chrystie saat memberikan keterangan di kantor direksi keet proyek Pelabuhan Tahuna.

Senada dengan hal tersebut, Pegawai Pelaksana Tugas Harian Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tahuna, Lukman, menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat jalannya megaproyek ini.

Pihaknya memastikan pengawasan internal dilakukan secara berkala demi menjamin kualitas bangunan.

"Kami akan tetap memantau proyek ini secara melekat dan berkomitmen memberikan informasi terbuka kepada pihak media mengenai perkembangan maupun proses penyelesaian rehabilitasi pelabuhan ini hingga tuntas sesuai jadwal yang telah ditentukan," pungkasnya. (Vander)





×
Berita Terbaru Update