![]() |
| Rapat koordinasi revitalisasi SD Inpres Tariang Lama, Jumat (21/8). |
SANGIHE, Komentar.co - Sekolah Dasar (SD) Inpres Tariang Lama, di kecamatan Kendahe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, bersiap melakukan perombakan total fasilitas pendidikan lewat program revitalisasi infrastruktur senilai Rp1,02 miliar.
Guna mematangkan proyek tersebut, Kepala Sekolah SD Inpres Tariang Lama, Lisye Samalukang, S.Pd.K, memimpin rapat koordinasi bersama jajaran konsultan, pengawas dan perwakilan pekerja, Jumat (21/8/2026).
Rapat ini memetakan seluruh langkah taktis pelaksanaan proyek. Pembahasan mencakup manajemen anggaran, sistem pengawasan proyek, jaminan keselamatan kerja, hingga pengelolaan kebersihan lingkungan sekolah selama proses konstruksi berlangsung.
"Kami telah membentuk tim pengawas demi memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar. Pihak yang dipercayakan sebagai ketua pengawas revitalisasi adalah Cornelius Sarabang. Ia akan bersinergi dengan Jhon Bawental selaku konsultan pengawas, serta Heri Papendang yang mengakomodir pengawasan harian di lapangan," ujar Lisye Samalukang saat memberikan keterangan usai rapat.
Proyek perbaikan ini dijadwalkan memakan waktu selama 90 hari kalender atau kurang lebih tiga bulan. Pekerjaan fisik di lapangan resmi dimulai pada Senin 24 Agustus 2026, yang diawali dengan tahap pembongkaran struktur bangunan lama.
Untuk mengejar target tersebut, pihak sekolah memercayakan urusan pertukangan kepada Kiki Manangkalangi. Ia memimpin tim yang terdiri dari 26 orang pekerja lokal yang seluruhnya turut dihadirkan dalam rapat tersebut.
Revitalisasi ini akan menyasar elemen-elemen krusial sekolah guna meningkatkan kenyamanan belajar, meliputi: Rekonstruksi 5 ruang kelas, Pembenahan ruang perpustakaan dan ruang administrasi, Perbaikan pagar halaman serta penataan taman sekolah, Pembongkaran total dan penggantian atap, pintu, jendela, tehel (lantai) serta fasilitas toilet.
Guna menjamin keselamatan siswa dan kelancaran proyek, aktivitas belajar mengajar tatap muka untuk sementara waktu dipindahkan dari gedung sekolah. Lisye menjelaskan bahwa pihak sekolah telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memanfaatkan fasilitas umum.
"Selama masa renovasi berjalan, kegiatan pembelajaran siswa dipindahkan ke Balai Desa Tariang Lama serta beberapa rumah warga yang lokasinya berdekatan dengan sekolah," tambah Lisye.
Menariknya, selama pekerjaan perbaikan, pihak sekolah berkomitmen memberdayakan potensi lokal. Pihak sekolah menggaet tenaga ahli lingkungan yang berasal dari Kampung Tariang Lama sendiri sebagai bentuk kontribusi terhadap perputaran ekonomi desa.
Proyek pembenahan fasilitas pendidikan ini didanai langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan total pagu anggaran mencapai Rp1.020.000.000 (Satu miliar dua puluh juta rupiah).
Manajemen sekolah memastikan bahwa penyaluran dana akan dilakukan secara transparan. Sistem belanja material dan sistem pengupahan bagi 26 pekerja di bawah pimpinan Kiki Manangkalangi akan dibayarkan secara berkala yang disesuaikan langsung berdasarkan volume atau progres hasil kerja nyata di lapangan. (Vander)
Post Views: 1921
